Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh, Harga Nener Bandeng di Buleleng Terjun Bebas

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
Budidaya ikan bandengan memberikan keuntungan yang lumayan tinggi bagi para petambak. Para pembudidaya bisa meraih keuntungan dapat 50-70 % dari modal yang dikeluarkan.
Budidaya ikan bandengan memberikan keuntungan yang lumayan tinggi bagi para petambak. Para pembudidaya bisa meraih keuntungan dapat 50-70 % dari modal yang dikeluarkan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Harga komoditas anakan bandeng alias nener bandeng di Buleleng kini terjun bebas.


Advertisement

Pembudidaya bandeng di Buleleng kini tidak mendapatkan dampak apapun dari hasil budidaya bandeng.

Padahal saat ini budidaya bandeng di Indonesia hanya tersedia di Kabupaten Buleleng, khususnya lagi di Kecamatan Gerokgak.

Kini harga nener bandeng menyentuh harga Rp 2 per ekor. Padahal harga normal nener mencapai Rp 25 per ekor.

Advertisement

Fakta itu diungkap Humas CV. Putra Bahari Gerokgak, Kadek Sara Adnyana. Sara menyebut saat ini terjadi anomali harga nener di Buleleng.

Menurutnya harga nener saat ini lazimnya menyentuh angka tertinggi sebesar Rp 60 per ekor. Namun kini terjun bebas hingga Rp 2 per ekor.

“Ini tumben stabil harganya segitu. Semestinya ada fluktuasi harga,” katanya.

Advertisement

Sara menyebut harga nener lazimnya mencapai Rp 15 hingga Rp 25 per ekor. Dengan harga lebih rendah, praktis pembudidaya terancam gulung tikar.

Ia menyebut saat ini pembudidaya harus menanggung ongkos kirim. Dengan harga Rp 2 per ekor, praktis pembudidaya tak mampu menutup ongkos kirim.

“Bayangkan untuk dapat Rp 200 ribu, itu artinya kami harus kirim 100 ribu ekor nener. Dengan harga segitu, ongkos kirim pun kami tidak bisa menutup,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah mengambil langkah serius terkait dengan fenomena tersebut. Apabila dibiarkan, praktis budidaya bandeng terancam gulung tikar.

“Sekarang saja sudah tidak mampu menutup operasional. Kalau terus-terusan, bisa ada PHK besar-besaran. Akhirnya malah bisa tutup semua budidaya,” demikian Sara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Bandeng Gerokgak Tembus Pasar Ekspor, Buleleng Bidik Jadi Pusat Budidaya Bandeng Premium

Bandeng Gerokgak Tembus Pasar Ekspor, Buleleng Bidik Jadi Pusat Budidaya Bandeng Premium

Bandeng hasil budidaya KUB Bunga Indah di Gerokgak berhasil menembus pasar Malaysia dan Filipina. Buleleng kini membidik Gerokgak sebagai pusat budidaya bandeng premium nasional.

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja mencapai 40 persen. Proyek senilai Rp 4,74 miliar ini mencakup pemasangan batu andesit, pelebaran drainase, dan lampu jalan.

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening, Buleleng, menjalani penilaian sebagai calon desa percontohan antikorupsi 2026. Penilaian mencakup lima komponen utama dan 18 indikator tata kelola pemerintahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer