Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyelenggara Pemilu di Buleleng Diminta Jaga Netralitas

F
Penulis: Francelino Junior❯
LSM Genus dan Forkom Alumni Perbekel Buleleng meminta penyelenggara pemilu di Buleleng tetap menjaga netralitas selama Pilkada Bali dan Buleleng 2024.
LSM Genus dan Forkom Alumni Perbekel Buleleng meminta penyelenggara pemilu di Buleleng tetap menjaga netralitas selama Pilkada Bali dan Buleleng 2024.

SINGARAJA, radarbuleleng.id- Menjelang hari pencoblosan Pilkada Bali dan Buleleng pada Rabu (27/11) mendatang, penyelenggara pemilu di Bali utara diminta untuk menjaga netralitas mereka.


Advertisement

Hal ini ditegaskan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Nusantara (Genus) dan Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel Purna Tugas Kabupaten Buleleng.

Penegasan ini disampaikan pada Senin (18/11) petang. Menurut Ketua LSM Genus, Antonius Sanjaya Kiabeni mengaku, pihaknya bersama forkom alumni perbekel mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Buleleng dan Bali, dalam menjalankan tugasnya.

Begitu juga dengan Bawaslu, TNI/Polri serta pemerintah daerah, diingatkan kembali agar tetap menjaga netralitas.

Advertisement

Serta meminta pemerintah daerah agar memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya tetap menjaga netralitas.

Meski kata Anton, fenomena pesta demokrasi di Buleleng terlihat berjalan baik, yang cenderung pada situasi kondusif, aman, dan damai. Sekalipun aktivitas dari penyelenggara pemilu terlihat cukup marak.

”Penyelenggara pemilu agar jangan jadi boneka kepentingan tertentu. Tetap on the track sesuai aturan yang ada, tetap independen. Jangan sampai ada intervensi dari mana pun,” tegas Anton.

Advertisement

Hal senada juga disampaikan Ketua Forkom Purna Tugas Perbekel Kabupaten Buleleng, Made Gina. Ia berharap penyelenggara pemilu tetap tegak lurus dan bersinergi, agar penyelenggaraan pesta demokrasi di Buleleng berjalan berkualitas.

”Kami harap pemilu berjalan sesuai dengan hati nurani masyarakat masing-masing. Tidak ada penekanan dan intervensi masing-masing,” katanya.

Lalu apa yang terjadi sebenarnya? Anton mengatakan, dari hasil investigasi LSM Genus, katanya ditemukan sejumlah kerawanan yang sangat sensitif.

Hal itu pula yang membuat mereka kemudian mendorong dan mengingatkan kembali penyelenggara pemilu, agar tetap menjaga netralitas.

Meski terkait dengan contohnya, masih terkesan disembunyikan, dengan dalih sangat sensitif untuk pilkada saat ini.

”Banyak catatan kritis dan kerawanan dengan sensitivitas tinggi yang kami temukan. Sudah kami komunikasikan dengan Bawaslu. Kami tekankan agar netralitas dalam pilkada ini tetap dijaga,” tegas Anton.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Pemilih Muda Mendominasi di Bali, KPU Bali dan Pemuda Buleleng Kawal Demokrasi di Ruang Digital

Pemilih Muda Mendominasi di Bali, KPU Bali dan Pemuda Buleleng Kawal Demokrasi di Ruang Digital

KPU Bali gelar FGD edukasi pemilu bersama 96 pemuda OKP di Buleleng. Dewa Lidartawan ajak pemilih muda tolak politik uang dan bijak medsos.

Filosofi "Mekenyem" Jadi Pegangan Perbekel Giri Emas. Politik Selesai, Saatnya Bangun Desa Bersama

Filosofi "Mekenyem" Jadi Pegangan Perbekel Giri Emas. Politik Selesai, Saatnya Bangun Desa Bersama

Perbekel Desa Giri Emas, Wayan Saputra, mengusung filosofi "Mekenyem" atau mekejang nyame sebagai semangat membangun desa. Setelah Pilkades usai, seluruh warga diajak bersatu demi mempercepat pembangunan

Harumkan Nama Buleleng, Perbekel Gobleg Jadi Mahasiswa Terbaik Program Kepala Desa Masuk Kampus

Harumkan Nama Buleleng, Perbekel Gobleg Jadi Mahasiswa Terbaik Program Kepala Desa Masuk Kampus

Perbekel Desa Gobleg, I Made Separsa, menjadi salah satu mahasiswa terbaik Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II. Prestasi tersebut diraih di antara 434 kepala desa peserta dari seluruh Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer