Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riset dan Kajian di Buleleng Diharapkan Bukan Sekadar Saja

F
Penulis: Francelino Junior❯
Diseminasi hasil riset dan kajian terkait potensi di Buleleng. Dokumen-dokumen tersebut diharapkan bukan hanya sekadar saja, namun dapat mempengaruhi dan diterapkan di Bali utara.
Diseminasi hasil riset dan kajian terkait potensi di Buleleng. Dokumen-dokumen tersebut diharapkan bukan hanya sekadar saja, namun dapat mempengaruhi dan diterapkan di Bali utara.

SINGARAJA, radarbuleleng.id- Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng yang bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Buleleng, mengeluarkan 6 hasil riset yang berkaitan dengan Bali utara.


Advertisement

Tentu saja hasil riset yang dikeluarkan ini, bukan hanya sekedar administrasi saja, melainkan dapat diterapkan untuk Buleleng.

Keenam hasil riset ini resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng yang diterima Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana pada Selasa (10/12) di Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Adapun hasil risetnya yaitu Kajian Produk Unggulan Pertanian Daerah Kabupaten Buleleng dan Model Hilirisasinya, yang tenaga penelitinya adalah Putu Suwardike.

Advertisement

Kajian Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah Kabupaten Buleleng, yang tenaga penelitinya adalah I Nyoman Tika.

Kemudian Kajian Pengembangan Model Kebijakan mewujudkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan, tenaga penelitinya adalah I Nengah Suastika. Kajian Potensi dan Tata Kelola Parkir di Kabupaten Buleleng, tenaga penelitinya adalah Putu Indah Rahmawati.

Lalu Kajian Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan, dan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng tentang Penambahan Penyertaan Modal kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Bali. Tenaga penelitinya adalah I Nyoman Gede Remaja.

Advertisement

”Hasil-hasil riset itu dilakukan diseminasi, yang tujuannya untuk menyebarkan informasi terkait hasil riset yang telah selesai dilaksanakan. Sehingga dapat diterima, diterapkan dan ditindaklanjuti,” ujar Kepala Brida Buleleng, Made Supartawan.

Hasil riset yang dilakukan Brida Buleleng dengan tiga perguruan tinggi di Bali utara, diinginkan untuk diterapkan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Lihadnyana mengatakan, kajian ada dua yakni terapan dan pemenuhan administrasi.

”Kalau kajian terapan, dikaitkan dengan potensi Buleleng untuk akselerasi pencapaian hasil-hasil yang terukur. Makanya yang dikaji itu yang jadi potensi Buleleng,” ujar Lihadnyana.

Disinggung mengenai target, menurut Pj Bupati Buleleng, tidak ada target dalam hasil riset dan kajian tersebut.

Namun hanya ada laporan saja sebagai keluarannya. Tetapi intinya, isi dari kajian tersebut harus dimanfaatkan untuk akselerasi pencapaian target-target pembangunan di Buleleng.

Penerapan hasil riset atau kajian tentang hilirisasi pertanian menjadi prioritas. Mengingat Buleleng memiliki lahan pertanian yang sangat luas.

Apabila dilakukan hilirisasi, akan ada nilai tambah pada produk pertanian dan petani.

”Kaitannya nilai tambah akan menghasilkan daya saing, lalu hasilkan harga kompetitif, kemudian menghasilkan nilai tukar petani yang meningkat. Kemu (ke sana) kaitannya,” lanjut Lihadnyana.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Petani di Desa Suwug Branding Beras Lokal. Kini Makin Diminati Warga

Petani di Desa Suwug Branding Beras Lokal. Kini Makin Diminati Warga

Desa Suwug Buleleng meluncurkan Beras Putri Desa dari lahan sawah 80 hektare. Produk beras lokal ini mulai diminati warga hingga terjual satu ton.

Belajar dari Kebun Modern di Tiongkok: Saat Lampu Jadi Senjata Pembasmi Serangga Petani Leci

Belajar dari Kebun Modern di Tiongkok: Saat Lampu Jadi Senjata Pembasmi Serangga Petani Leci

Kebun leci di Guangxi, Tiongkok, memanfaatkan lampu dan teknologi cold storage untuk meningkatkan kualitas panen. Pengalaman ini memberi pelajaran menarik bagi masa depan pertanian Indonesia.

Ditunjuk Pimpin HKTI Buleleng, Dokter Caput Soroti Lahan Pertanian yang Terus Menyusut

Ditunjuk Pimpin HKTI Buleleng, Dokter Caput Soroti Lahan Pertanian yang Terus Menyusut

Baru ditunjuk memimpin HKTI Buleleng, Dokter Caput menyoroti penyusutan lahan pertanian produktif dan menurunnya minat generasi muda menjadi petani.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer