Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Miskin di Buleleng Perlu Bantuan Semeton! Tersambar Api, Biaya Pengobatan Tidak Ditanggung KIS

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

KUNJUNGI KELUARGA MISKIN: Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra (kanan) saat mengunjungi keluarga miskin di Buleleng yang anaknya tersambar api.
KUNJUNGI KELUARGA MISKIN: Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra (kanan) saat mengunjungi keluarga miskin di Buleleng yang anaknya tersambar api.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Keluarga miskin di Buleleng saat ini memerlukan uluran tangan masyarakat. Mereka tidak mampu membayar biaya pengobatan di RSUD Buleleng.


Advertisement

Keluarga ini sebenarnya sudah mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun kartu itu tidak bisa digunakan untuk membayar pengobatan.

Masalah itu dialami oleh keluarga Kadek Setia Budi Permana, warga asal Banjar Dinas Tangkid, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan.

Putra sulung dari Kadek Setia Budi, yakni Putu Agus Setia Permana mengalami musibah. Kulitnya tersambar api pembakaran sampah.

Advertisement

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/12/2024) lalu. Saat itu Agus dan sepupunya tengah membakar sampah menggunakan spiritus.

Saat menyiramkan spritus ke api, ternyata api merembet ke tangan sang sepupu. Kaget, sepupunya melemparkan spiritus yang mengenai wajah dan perut Agus.

Dia sempat dilarikan ke Puskesmas Kubutambahan II, selanjutnya dirujuk ke RSUD Buleleng.

Advertisement

Saat di rumah sakit, dokter menyarankan agar Agus segera dioperasi karena mengalami luka bakar dengan derajat 20 persen.

Kadek Setia Budi dan istrinya, Kadek Setiawati, mengajukan pembiayaan menggunakan KIS. Mengingat mereka merupakan warga tidak mampu yang memegang KIS-APBD.

Sayangnya, KIS tidak bisa digunakan. Sebab luka bakar itu terjadi karena kelalaian. Alhasil Setia Budi dan istrinya dibuat bingung dengan biaya.

Sang putra harus menjalani dua kali operasi. Hingga Minggu (5/1/2024) sore, total tagihan sudah menyentuh angka Rp 28 juta. Sementara Kadek Setia Budi hanya bekerja sebagai buruh serabutan.

Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra membenarkan hal tersebut. Kariaman mengatakan, pihaknya sudah melakukan verifikasi dan bertemu dengan keluarga korban.

“Kami sudah cek langsung. Termasuk cross check ke kantor desa. Memang mereka ini keluarga tidak mampu,” kata Kariaman saat dikonfirmasi pada Senin (6/1/2024).

Kariaman menyatakan, KIS yang dipegang keluarga tersebut masih aktif. Hanya saja tidak bisa digunakan, karena tidak masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.

Pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada BPJS Kesehatan Cabang Singaraja. “Hasilnya memang tidak bisa ditanggung. Karena masuk kelalaian,” ungkapnya.

Alhasil, pihaknya kini mencari cara lain untuk membantu keluarga Kadek Setia Budi. Dinas Sosial Buleleng telah melaporkan hal tersebut pada Sentra Mahatmiya Kementerian Sosial.

Selain itu staf di Dinas Sosial Buleleng juga menggalang dana untuk memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.

Kariaman menyatakan dirinya juga telah berkomunikasi dengan sejumlah yayasan dan relawan. Sehingga dapat membantu biaya pengobatan keluarga tersebut.

“Saat ini opsi yang bisa dilakukan adalah menggalang partisipasi dari pemerhati sosial. Baik yayasan maupun relawan perorangan. Hasil pengecekan kami, memang keluarga ini sangat layak menerima bantuan untuk meringankan beban mereka,” kata Kariaman.

Saat ini keluarga Kadek Setia Budi diketahui tengah menggalang bantuan. Bantuan dapat disalurkan melalui rekening BRI dengan nomor 465701016901532 atas nama Kadek Setia Budi.

Bantuan juga dapat diserahkan langsung kepada pihak keluarga yang kini tengah menjalani perawat di Ruang Kamboja RSUD Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Masuk ke Balik Layar Peking Opera, Menemukan Sejarah yang Masih Bernapas

Masuk ke Balik Layar Peking Opera, Menemukan Sejarah yang Masih Bernapas

Mengunjungi Peking Opera Illuminates di Beijing, menyaksikan proses rias, mencoba kostum asli, hingga menikmati tiga lakon klasik yang memperlihatkan keindahan seni tradisional Tiongkok.

Toyota Hilux Terbakar Misterius di Buleleng. Sempat Terdengar Ledakan, Tangki BBM Hilang

Toyota Hilux Terbakar Misterius di Buleleng. Sempat Terdengar Ledakan, Tangki BBM Hilang

Mobil Toyota Hilux terbakar di Desa Depeha, Buleleng, diawali suara ledakan keras. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran setelah menemukan tangki BBM hilang dari posisi semestinya.

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja mencapai 40 persen. Proyek senilai Rp 4,74 miliar ini mencakup pemasangan batu andesit, pelebaran drainase, dan lampu jalan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer