Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Rabies, Dokter Hewan di Buleleng Gelar Program Sterilisasi Hewan

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
KASTRASI: Kegiatan kastrasi atau operasi steril bagi hewan, yang dilakukan oleh Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng.
KASTRASI: Kegiatan kastrasi atau operasi steril bagi hewan, yang dilakukan oleh Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng menggelar aksi bakti sosial.


Advertisement

Mereka menggelar kegiatan kastrasi atau operasi steril bagi hewan penular rabies, khususnya anjing.

Aksi bakti sosial itu berlangsung di Desa Selat, Minggu (23/2/2025). Dengan kastrasi, diharapkan terjadi kontrol populasi terhadap anjing.

Dalam aksi sosial tersebut, warga cukup membawa hewan peliharaan mereka ke GOR Desa Selat. Warga tidak dipungut biaya sedikitpun.

Advertisement

Ketua PDHI Buleleng, drh. Kadek Falsa Putra mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mengontrol populasi hewan penular rabies. 

Para dokter hewan meyakini, upaya pengendalian rabies tidak cukup hanya dilakukan lewat vaksinasi. Tapi harus diikuti dengan kontrol populasi.

Dalam kegiatan tersebut, para dokter hewan melakukan operasi steril terhadap anjing-anjing kampung. 

Advertisement

Alasannya, anjing itu dimiliki oleh masyarakat dengan kemampuan menengah ke bawah. Maklum, biaya melakukan kastrasi cukup besar. Bisa mencapai Rp 400 ribu per ekor.

“Kalau yang punya anjing ras, biasanya sudah dari keluarga mampu. Mereka biasanya sudah bisa menanggung biaya kastrasi sendiri,” ujarnya.

Animo masyarakat terhadap kegiatan itu cukup tinggi. Sepanjang hari, ada 53 ekor anjing lokal yang menjalani proses kastrasi. Selain itu ada 30 ekor yang mendapat vaksin.

“Kami harap ini bisa mengendalikan penyakit rabies di Buleleng. Karena rabies sangat berbahaya dan berpotensi merenggut korban jiwa,” ungkapnya.

Asal tahu saja, PDHI Buleleng sudah beberapa kali menggelar kegiatan bakti sosial berupa kastrasi untuk hewan penular rabies. Kegiatan itu sempat dilakukan di Desa Panji, Sambangan, Mayong, dan Gerokgak. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Bocah di Seririt Meninggal Diduga Rabies, Enam Warga Lain Digigit Anjing yang Sama

Bocah di Seririt Meninggal Diduga Rabies, Enam Warga Lain Digigit Anjing yang Sama

Kasus bocah meninggal suspek rabies di Buleleng mengungkap masalah pelaporan gigitan anjing. Pemkab mendorong masyarakat segera melapor untuk mencegah korban baru.

Amor ing Acintya. Bocah 7 Tahun di Seririt Meninggal, Diduga Terkena Rabies

Amor ing Acintya. Bocah 7 Tahun di Seririt Meninggal, Diduga Terkena Rabies

Bocah 7 tahun asal Desa Bubunan, Seririt, meninggal dengan diagnosis suspek rabies setelah memiliki riwayat gigitan anjing. Dinkes Buleleng lakukan penanganan dan pelacakan kontak.

1.890 Warga Buleleng Digigit HPR dalam Enam Bulan, Puluhan Hewan Positif Rabies

1.890 Warga Buleleng Digigit HPR dalam Enam Bulan, Puluhan Hewan Positif Rabies

Kasus gigitan HPR di Buleleng mencapai 1.890 dalam enam bulan 2026. Sebanyak 64 sampel hewan positif rabies, sementara vaksinasi anjing baru menyentuh 23,91 persen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer