Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dorong UMKM Naik Kelas, Ini yang Dilakukan Pemkab Buleleng lewat Disdagperinkop

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta.
Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta.


Advertisement

SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng didorong untuk terus naik kelas.

Sejumlah langkah pengoptimalan dan strategi dilakukan, agar usaha-usaha kecil menengah di Bali utara dapat berkembang, serta membantu memajukan perekonomian.

Strategi yang digunakan adalah Indikator Kinerja Utama (IKU) Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng 2023-2026.

Advertisement

Didalamnya tertuang strategi meningkatkan sebaran industri pengolahan, mengembangkan dan menguatkan kelompok pedagang, serta meningkatkan ketersediaan bahan pokok penting.

Pemerintah memang harus menjalankan pembangunan ekonomi yang inklusif, pemberdayaan produk unggulan daerah serta kualitas sumber daya manusia, sebagai langkah strategis mendukung UMKM Buleleng naik kelas. 

”Dengan strategi itu, bertujuan terwujudnya perekonomian daerah yang berdaya saing tinggi,” ujar Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta pada Kamis (27/2).

Advertisement

Selain itu, dalam program prioritas 2024-2025, Dewa Sudiarta menyebut kalau pihaknya sudah mengoptimalisasi layanan PLUT dengan empat inkubator bisnis melalui program terintegrasi dan kolaboratif SKPD serta stakeholder lainnya. 

Juga dilakukan penguatan kemitraan, pendampingan terpadu sentra UMKM unggulan, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok, serta perluasan akses pemasaran produk UMKM dan koperasi.

Sedangkan saat ini, Disperindagkop UKM Buleleng masih berfokus dan memprioritaskan agar UMKM di Buleleng naik kelas, menuju kuatnya dunia kewirausahaan Bali utara.

Apalagi dengan semangat yang ada, ditambah dengan fasilitasi akses perizinan berusaha, pendampingan serta pemberdayaan sumber daya manusia UMKM dan koperasi.

”Kami berharap melalui program prioritas ini, kedepannya para pelaku UMKM dan koperasi di Buleleng menjadi maju dan berdaya saing tinggi. Pemerintah membantu dalam pemasaran produk melalui Gema UKM, hingga pengembangan di PLUT,” tandasnya.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Lovina Festival 2026 Ditutup. Sedot 30 Ribu Pengunjung dan Putar Transaksi UMKM Ratusan Juta

Lovina Festival 2026 Ditutup. Sedot 30 Ribu Pengunjung dan Putar Transaksi UMKM Ratusan Juta

Lovina Festival 2026 ditutup dengan capaian positif. Selama lima hari, festival ini menarik 30 ribu pengunjung dan mencatat transaksi UMKM mencapai Rp 746,7 juta. Pemkab Buleleng kini menyiapkan evaluasi berbasis data.

Menjaga Asa dari Lapak Kecil Pedagang Kain Bali di Air Panas Banjar

Menjaga Asa dari Lapak Kecil Pedagang Kain Bali di Air Panas Banjar

Pandemi dan konflik global sempat membuat penjualan terpuruk. Kini pelaku UMKM di Air Panas Banjar kembali bangkit, menggantungkan harapan pada geliat pariwisata Bali.

Demer Usul Jalur Tol Dibelokkan ke Seririt, Sebut Rencana Tol Gilimanuk-Mengwi Bisa Matikan UMKM Jembrana

Demer Usul Jalur Tol Dibelokkan ke Seririt, Sebut Rencana Tol Gilimanuk-Mengwi Bisa Matikan UMKM Jembrana

Anggota DPR RI I Gde Sumarjaya Linggih mengusulkan jalur Tol Gilimanuk-Mengwi dibelokkan ke Seririt. Menurutnya, skema itu dapat mengurangi kemacetan di Bali Selatan sekaligus menggerakkan ekonomi Bali Utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer