Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tabligh Akbar di Undiksha; Das’ad Latief Gaungkan Semangat Persatuan 

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
TABLIGH AKBAR: Agenda tabligh akbar yang dihadiri Ustad Das
TABLIGH AKBAR: Agenda tabligh akbar yang dihadiri Ustad Das

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengajian Mahasiswa Muslim (PMM) Al-Hikmah di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), menggelar Tabligh Akbar. 


Advertisement

Agenda tersebut mengusung tema “Merajut Kebersamaan melalui Keberagaman”. Tabligh akbar itu menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Das’ad Latief.

Tabligh akbar itu mendapat sambutan luar biasa dari civitas akademika hingga masyarakat umum di Kabupaten Buleleng.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Humas, Prof. I Ketut Sudiana mengatakan, pihaknya berkomitmen menjadikan Undiksha sebagai kampus inklusif. Sekaligus menjadi kampus menjunjung tinggi keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Advertisement

“Undiksha ingin menjadi tempat belajar yang nyaman untuk seluruh warga bangsa, termasuk masyarakat internasional, dalam suasana harmonis yang menjunjung keberagaman,” tegasnya.

Sementara itu, Ustadz Das’ad Latief dalam tausiyah, menyoroti bahwa keberagaman adalah keniscayaan, bahkan fondasi dari kehidupan dan dunia akademik.

“Sebuah universitas tak bisa berdiri hanya dengan satu fakultas, apalagi hanya satu program studi. Kita berbeda-beda, tapi disatukan oleh Pancasila. Terutama sila ketiga, Persatuan Indonesia,” katanya disambut tepuk tangan peserta.

Advertisement

Das’ad Latief menekankan bahwa Islam menjunjung tinggi nilai toleransi, dan perbedaan bukan alasan untuk berpisah, melainkan peluang untuk saling menguatkan. “Berbeda boleh, tapi tetap harus bersatu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PMM Al-Hikmah Undiksha, Eril Paizi, menyampaikan terima kasih atas dukungan kampus terhadap kegiatan tersebut. 

Ia menyebut Undiksha sebagai kampus negeri yang memberikan ruang ibadah yang layak bagi mahasiswa Muslim, seperti mushola yang tersedia di berbagai titik kampus.

Pihaknya sengaja mengundang Das’ad Latief, sebab ia dikenal sebagai penceramah yang inklusif dan kerap menyuarakan persatuan bangsa. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk bersatu, justru menjadi kekuatan untuk melangkah maju bersama,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Hari Lahir Pancasila, Kariyasa Adnyana Ingatkan Bahaya Fanatisme Berlebihan dan Pentingnya Merawat Toleransi

Hari Lahir Pancasila, Kariyasa Adnyana Ingatkan Bahaya Fanatisme Berlebihan dan Pentingnya Merawat Toleransi

Momentum Hari Lahir Pancasila, anggota DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana mengingatkan bahaya fanatisme berlebihan dan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman Indonesia.

Bangkitkan Semangat Bung Karno, Wabup Supriatna Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai Trisakti di Era Digital

Bangkitkan Semangat Bung Karno, Wabup Supriatna Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai Trisakti di Era Digital

Wabup Buleleng Gede Supriatna mengajak masyarakat menghidupkan semangat perjuangan Bung Karno dan mengamalkan nilai Trisakti dalam menghadapi tantangan era digital.

Berawal dari Skripsi, Luh Anggi Bangun Usaha Bibit Tanaman

Berawal dari Skripsi, Luh Anggi Bangun Usaha Bibit Tanaman

berawal dari bahan skripsi, Luh Anggi kini mengembangkan usaha bibit tanaman. Berbagai bibit disiapkan mulai dari tanaman hias, bunga, buah, hingga hortikultura.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer