Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabar Gembira! Pasien Rujuk Balik Diusahakan Ambil Obat di Puskesmas

F
Penulis: Francelino Junior❯

Plt. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng, dr. I Dewa Putu Merta Suteja. Pemerintah kini mengusahakan agar pasien rujuk balik dapat ambil obat di puskesmas saja.
Plt. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng, dr. I Dewa Putu Merta Suteja. Pemerintah kini mengusahakan agar pasien rujuk balik dapat ambil obat di puskesmas saja.


Advertisement

Radarbuleleng.jawapos.com- Pasien rujuk balik kini sedang diusahakan agar dapat mengambil obat, cukup di puskesmas saja.

Sehingga tidak perlu jauh-jauh sampai ke rumah sakit. Ini dilakukan untuk mengoptimalisasi pelayanan obat, agar mudah diakses dan lebih berkualitas.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. I Dewa Putu Merta Suteja mengatakan, sudah dilakukan pertemuan dengan seluruh kepala puskesmas, apoteker, dan perwakilan fasilitas kesehatan tingkat pertama se-Kabupaten Buleleng.

Advertisement

Yang menjadi fokus utama adalah memperkuat sinergi puskesmas dengan BPJS Kesehatan.

Intinya, memastikan ketersediaan dan kemudahan akses obat-obatan bagi pasien penyakit kronis peserta program rujuk balik, seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, dan penyakit paru kronis.

Katanya, ini merupakan inisiatif yang juga menjadi salah satu bentuk nyata, dari strategi desentralisasi pelayanan kesehatan.

Advertisement

”Dengan perluasan layanan farmasi di Puskesmas, setidaknya dapat lebih dekat, lebih cepat, dan lebih efektif dalam melayani masyarakat. Karena selama ini banyak yang harus ambil obat tapi harus ke rumah sakit,” ujarnya pada Senin (19/5).

Menurut dr. Dewa Suteja, puskesmas memiliki peran sebagai garda terdepan dalam pelayanan primer, sehingga harus diperkuat.

Termasuk dengan pengelolaan pelayanan penyakit kronis, yang memang membutuhkan pemantauan dan pengobatan jangka panjang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap, seluruh puskesmas di Bali utara dapat menjalankan peran aktif dalam memberikan pelayanan program rujuk balik ini.

Tujuannya agar pelayanan kesehatan berbasis komunitas, menjadi semakin kuat dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan membuat pembagian praktik puskesmas yang sudah melaksanakan PRB secara optimal, serta penyusunan rencana tindak lanjut bagi puskesmas yang belum mengembangkan layanan farmasi PRB secara penuh.

”Semakin mudah akses obat, tentu berdampak positif bagi kualitas hidup dan mengurangi beban rumah sakit sebagai layanan rujukan,” tandasnya.***

Advertisement

Artikel Terkait

Amor ing Acintya. Mobil Tabrak Truk Tronton di Buleleng, Satu Penumpang Meninggal

Amor ing Acintya. Mobil Tabrak Truk Tronton di Buleleng, Satu Penumpang Meninggal

Toyota Avanza menabrak truk tronton yang rusak di Jalan Singaraja-Gilimanuk, Pemuteran. Satu penumpang meninggal dunia akibat cedera kepala berat.

Geger Penemuan Mayat di Kos Pejarakan Buleleng. Ditemukan dalam Kondisi Sudah Membusuk

Geger Penemuan Mayat di Kos Pejarakan Buleleng. Ditemukan dalam Kondisi Sudah Membusuk

Warga Desa Pejarakan, Gerokgak, Buleleng digegerkan dengan penemuan mayat pria asal Pasuruan di rumah kos. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Desa Suwug Layani Warga Sakit 24 Jam Gratis, Armada Antar Pasien hingga RS Prof Ngoerah Sanglah

Desa Suwug Layani Warga Sakit 24 Jam Gratis, Armada Antar Pasien hingga RS Prof Ngoerah Sanglah

Desa Suwug, Buleleng memiliki Unit Kesehatan Desa yang melayani warga sakit selama 24 jam secara gratis, termasuk layanan antar rujukan ke rumah sakit.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer