Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Kemacetan, Dishub Buleleng Batasi Jam Operasional Truk Material di Kawasan Kota

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

SOSIALISASI: Dinas Perhubungan Buleleng memberikan sosialisasi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang di kawasan Kota Singaraja.
SOSIALISASI: Dinas Perhubungan Buleleng memberikan sosialisasi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang di kawasan Kota Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng mulai menerapkan pembatasan jam operasional bagi truk pengangkut material, terutama pasir dan bahan bangunan lainnya. 


Advertisement

Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat soal kemacetan dan potensi kecelakaan lalu lintas akibat lalu lalang truk pada jam-jam sibuk.

Kini, truk-truk material dilarang melintas di kawasan perkotaan pada pukul 06.30–08.00 WITA dan 11.30–14.00 WITA. Jam-jam tersebut dikenal sebagai jam padat lalu lintas di Kota Singaraja.

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan AP mengatakan, pembatasan tersebut merupakan respons atas meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah kota. 

Advertisement

Hal itu diikuti dengan meningkatnya frekuensi truk material yang melintas di jalur Pantura Pulau Bali.

"Kami banyak menerima laporan masyarakat, terutama saat jam berangkat sekolah dan kantor, juga saat jam pulang sekolah. Kehadiran truk-truk besar di jam-jam ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas," ujarnya, Selasa (10/6/2025).

Truk yang melintas pada jam padat dianggap memperlambat arus kendaraan lain dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di kawasan padat aktivitas seperti pusat kota dan jalan protokol.

Advertisement

Dishub Buleleng telah menerbitkan surat himbauan resmi kepada para pengusaha angkutan barang dan sopir truk untuk mematuhi jadwal baru ini. 

Gunawan mendorong agar operasional truk dialihkan ke malam hari, saat arus kendaraan relatif lebih sepi.

"Kalau pun sopir terpaksa tiba di kota pada jam padat, kami arahkan mereka menunggu dulu di Terminal Penarukan atau Terminal Kargo. Bisa istirahat satu-dua jam, sambil menunggu situasi lebih lengang," imbuhnya.

Gunawan mengungkapkan, arus truk di jalur Pantura Buleleng kini semakin padat. Dalam satu hari, tercatat sekitar 700 unit truk melintasi kawasan ini. Mayoritas membawa material pasir.

Selain soal jadwal, Dishub juga akan memperketat pengawasan terhadap muatan berlebih. Overload muatan bukan hanya mempercepat kerusakan kendaraan dan jalan, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.

"Kami imbau para pengemudi tidak membawa muatan melebihi kapasitas. Keselamatan dan kelancaran lalu lintas jadi prioritas utama," demikian Gunawan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Sucikan Titik Nol Singaraja, Pemkab Buleleng Gelar Melaspas hingga Pedudusan Agung

Sucikan Titik Nol Singaraja, Pemkab Buleleng Gelar Melaspas hingga Pedudusan Agung

Kawasan Titik Nol Kota Singaraja diresmikan pada Rabu (29/7/2026). Sebelum dibuka untuk publik, digelar rangkaian upacara Melaspas, Ngenteg Linggih, hingga Pedudusan Agung dan kawasan disterilkan.

Titik Nol Singaraja Jadi Spot Nongkrong Baru, Ramai Diburu Pemburu Senja dan Konten Media Sosial

Titik Nol Singaraja Jadi Spot Nongkrong Baru, Ramai Diburu Pemburu Senja dan Konten Media Sosial

Kawasan Titik Nol Singaraja mulai ramai dikunjungi meski proyek belum rampung. Spot baru berburu senja dan konten media sosial ini digadang menjadi ikon heritage Kota Singaraja.

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer