Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koperasi Desa Merah Putih Disebut untuk Swasembada Pangan di Buleleng

F
Penulis: Francelino Junior❯
 
Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta sebut pembentukan Kopdes Merah Putih untuk swasembada pangan.
Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta sebut pembentukan Kopdes Merah Putih untuk swasembada pangan.
 
 
Radarbuleleng.jawapos.com- Pembentukan Koperasi Desa (kopdes) Merah Putih disebut sebagai upaya mengakselerasi program swasembada pangan di Kabupaten Buleleng.
 
Melalui koperasi itu, akan didapatkan penguatan kelembagaan ekonomi desa. Setidaknya sebagai upaya mewujudkan kemandirian desa berbasis potensi lokal. 
 
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta.
 
Katanya, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai wadah yang menyatukan kelompok tani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan desa, ke dalam satu ekosistem ekonomi.
 
Tentu ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian desa berbasis potensi lokal, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
 
Sehingga melalui koperasi, semua potensi tersebut bisa dikelola secara kolektif, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.
 
”Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi pangan di tingkat desa. Apalagi Buleleng memiliki basis kuat di sektor pertanian dan pangan. Ini harus dikelola dengan sistem yang solid,” ujar Dewa Sudiarta pada Sabtu (14/6). 
 
Dilanjutkannya, ketika desa mampu mengelola hingga mendistribusikan hasil pangannya secara mandiri, maka dapat tercapai kemandirian pangan.
 
Selain itu, dengan pendekatan koperasi, masyarakat didorong untuk aktif menjadi anggota dan penggerak ekonomi, melalui sektor unggulan yang ada di masing-masing desa.
 
Ini sejalan dengan semangat swasembada pangan, yang menekankan partisipasi dan kemandirian. 
 
Dewa Sudiarta menyebut, swasembada pangan tidak hanya soal kecukupan hasil produksi.
 
Tetapi desa sebagai pusat ekonomi, mampu mengelola dan mengembangkan potensi pangannya secara mandiri dan berkelanjutan.
 
”Perekonomian desa akan tumbuh lebih cepat, ketika desa mampu menghasilkan, mengelola, dan mendistribusikan hasil pangannya sendiri,” tegasnya. 
 
Harapannya, desa mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, sekaligus menjadi penyuplai antar desa bahkan lintas daerah.
 
Ditambah dengan jaringan koperasi, sistem distribusi pangan antar desa dapat dibangun lebih efisien dan saling menopang.
 
Upaya ini selaras dengan cita-cita nasional, yakni menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat.***

Advertisement
Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Hari Koperasi ke-79, Wabup Buleleng Dorong Koperasi Tinggalkan Cara Lama, Siap Bersaing di Era Modern

Hari Koperasi ke-79, Wabup Buleleng Dorong Koperasi Tinggalkan Cara Lama, Siap Bersaing di Era Modern

Peringati Hari Koperasi ke-79, Wabup Buleleng Gede Supriatna mengajak koperasi meninggalkan pola lama dan bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern. Saat ini Buleleng memiliki 573 koperasi, termasuk 148 Kopdes

Melihat Pertanian Masa Depan di Beijing: Jagung Diairi Otomatis, Hama Diprediksi Data

Melihat Pertanian Masa Depan di Beijing: Jagung Diairi Otomatis, Hama Diprediksi Data

Jiase Farm di Pinggu, Beijing, menunjukkan wajah pertanian modern Tiongkok. Irigasi otomatis, satelit, dan data digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Buleleng Gelontorkan Bantuan Pertanian Rp 3,6 Miliar untuk 30 Subak. Perkuat Irigasi hingga Ketahanan Pangan

Buleleng Gelontorkan Bantuan Pertanian Rp 3,6 Miliar untuk 30 Subak. Perkuat Irigasi hingga Ketahanan Pangan

Pemkab Buleleng menyalurkan bantuan sarana pertanian Rp 3,6 miliar kepada 30 subak untuk memperkuat irigasi, menjaga lahan sawah, dan meningkatkan ketahanan pangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer