Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Stunting di Bali Utara, Orang Tua Asuh Diminta Digalakkan Lagi

F
Penulis: Francelino Junior❯

 


Advertisement

Pemkab Buleleng akan menggalakkan kembali program Orang Tua Asuh Balita Stunting, sehingga tidak ada lagi stunting di Bali utara.
Pemkab Buleleng akan menggalakkan kembali program Orang Tua Asuh Balita Stunting, sehingga tidak ada lagi stunting di Bali utara.

Radarbuleleng.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng meminta agar program Orang Tua Asuh Balita Stunting, kembali digalakkan.

Sebab melalui kegiatan tersebut, maka masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam mencegah stunting di Bali utara.

Advertisement

Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, angka stunting di Buleleng mengalami penurunan selama lima tahun terakhir.

Pada 2019, prevalensi stunting yakni 22,05 persen; turun menjadi 6,2 persen di 2023. Sedangkan 2024, angka itu diproyeksikan kembali turun menjadi 2,6 persen.

”Maka dengan itu, program orang tua asuh balita stunting juga harus digalakkan. Sebab masyarakat akan mendukung aktif, dengan memberikan dukungan berupa makanan bergizi, akses air bersih, dan edukasi bagi keluarga rawan stunting,” ujarnya pada Rabu (9/7).

Advertisement

Tentu dengan itu juga, pihaknya mendorong OPD untuk menyusun program dan anggaran, yang memang terfokus pada penanganan stunting, dalam rencana kerja 2026.

Kemudian desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai lokus stunting, akan menjadi dasar penyusunan program kerja lintas sektor.

Sebab Pemkab Buleleng, kata Supriatna, ingin menjadikan stunting prioritas utama dalam rencana kerja di 2026.

Maka dari itu, perlu adanya kerja kolaboratif berbagai pihak mulai dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, sektor swasta, hingga keterlibatan keluarga.

”Masih ada anak-anak yang tumbuh tanpa gizi cukup, masih ada keluarga yang belum memahami pentingnya pola asuh sehat. Tugas kita belum selesai,” tegas wabup Buleleng itu.

Menurutnya, stunting bukan sekedar gizi saja, tetapi menyangkut kualitas generasi penerus, daya saing daerah, dan keberlanjutan pembangunan. Tentu saja ini menjadi tanggung jawab bersama.

Seluruh pihak pun diharapkan melibatkan hati dan tenaga dalam memutus mata rantai stunting. Harapannya agar anak-anak Buleleng tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Amor ing Acintya. Bayi 13 Bulan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Terminal Penarukan

Amor ing Acintya. Bayi 13 Bulan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Terminal Penarukan

Balita 13 bulan asal Desa Bengkala ditemukan lemas di saluran irigasi kawasan Terminal Penarukan, Buleleng. Sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Perkuat Upaya Cegah Stunting, GOW Buleleng Salurkan Bantuan Gizi untuk Ibu Hamil dan Balita

Perkuat Upaya Cegah Stunting, GOW Buleleng Salurkan Bantuan Gizi untuk Ibu Hamil dan Balita

GOW Buleleng menyalurkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita di Desa Sambirenteng guna mendukung pencegahan stunting.

Terpikat Keberhasilan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Blitar Belajar ke Buleleng

Terpikat Keberhasilan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Blitar Belajar ke Buleleng

Pemkab Blitar boyong jajaran Forkopimda lakukan studi tiru ke MPP Buleleng di Pasar Banyuasri yang sukses kelola 152 layanan publik terpadu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer