Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Buleleng Hemat Rp 2 Miliar Berkat Meterisasi Lampu Penerangan Jalan

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

PEMELIHARAAN LAMPU: Petugas Dinas Perhubungan Buleleng melakukan pemasangan lampu penerangan jalan.
PEMELIHARAAN LAMPU: Petugas Dinas Perhubungan Buleleng melakukan pemasangan lampu penerangan jalan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng berhasil menghemat hingga Rp 2 miliar dari biaya listrik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sepanjang 2025. 


Advertisement

Penghematan tersebut diperoleh setelah pemerintah mulai memasang meterisasi kWh meter pada sejumlah titik LPJU yang sebelumnya masih menggunakan sistem non-kWh.

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan AP menjelaskan, selama ini pembayaran listrik LPJU dengan sistem non-kWh jauh lebih tinggi karena tarif dihitung menggunakan daya tertinggi, meski lampu tidak menyala penuh. 

“LPJU ini pembayaran listriknya non-kWh dan kWh itu jomplang. Tahun ini untuk pembayaran rekening listrik lampu penerangan jalan, kami anggarkan 2025 ini Rp 18 miliar,” ujarnya.

Advertisement

Pemerintah mulai mencicil pemasangan kWh meter di sejumlah jaringan lampu penerangan jalan. Hal itu juga sejalan dengan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hasilnya langsung terasa. “Tahun ini saja kami bisa mengirit pembayaran listrik itu mendekati Rp 2 miliar,” jelas Gunawan.

Advertisement

Menurutnya, dana hasil efisiensi itu kembali digunakan untuk perbaikan LPJU, mulai dari penggantian lampu mati, pemasangan jaringan baru, hingga kebutuhan sarana prasarana lainnya. 

Dari total 748 jaringan lampu dengan 16.175 bohlam di seluruh Buleleng, baru 383 jaringan atau 6.275 lampu yang sudah terpasang kWh meter. 

Sisanya, 365 jaringan dengan 9.820 lampu, masih menggunakan sistem non-kWh dan menjadi target pemasangan bertahap.

Tahun 2025, terdapat lima titik yang dipasang meterisasi. Sementara pada 2026, Dishub menargetkan pemasangan meterisasi pada 10 titik dengan anggaran Rp 625 juta. 

Ia menegaskan bahwa sistem non-kWh sangat merugikan karena biaya tetap berjalan meski lampu padam. 

Sementara pada sistem kWh, pembayaran sesuai pemakaian. “Berapa jam nyala, ya segitu bayarnya. Tidak 24 jam,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Bahas APBD 2027, DPRD Buleleng Desak Pemerintah Perbaiki Jalan dan Lampu Penerangan

Bahas APBD 2027, DPRD Buleleng Desak Pemerintah Perbaiki Jalan dan Lampu Penerangan

DPRD Buleleng meminta perbaikan jalan rusak dan penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU) menjadi prioritas dalam APBD 2027 demi meningkatkan pelayanan dan keselamatan masyarakat.

Kado HUT RI ke-81, PLN Bali Utara Beri Sambungan Listrik Gratis untuk 25 Keluarga

Kado HUT RI ke-81, PLN Bali Utara Beri Sambungan Listrik Gratis untuk 25 Keluarga

PLN UP3 Bali Utara menyambungkan listrik gratis kepada 25 keluarga di Buleleng, Jembrana, dan Tabanan melalui program Light Up The Dream.

5 Rekomendasi AC Sharp Terbaik di Blibli

5 Rekomendasi AC Sharp Terbaik di Blibli

Memilih AC yang mampu memberikan pendinginan maksimal sekaligus hemat listrik menjadi kebutuhan penting, terutama di iklim tropis yang cenderung panas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer