Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tangani Krisis Air Bersih di Bali Utara, Begini Strategi Dinas PU Buleleng

E
Penulis: Eka Prasetya❯

 

SUMUR BOR: Proses pembuatan sumur bor atau irigasi air tanah dangkal di Desa Sumberkima pada tahun 2022 lalu.
SUMUR BOR: Proses pembuatan sumur bor atau irigasi air tanah dangkal di Desa Sumberkima pada tahun 2022 lalu.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Masalah air bersih masih menjadi momok di Bali Utara, tepatnya di Kabupaten Buleleng.


Advertisement

Kini menjelang musim kemarau, krisis air bersih juga mulai mengancam. Terutama di desa-desa yang langganan mengalami kekeringan.

Saat ini di Kabupaten Buleleng setidaknya ada dua desa yang langganan mengalami krisis air bersih dari tahun ke tahun.

Kedua desa itu adalah Desa Sumberklampok di Kecamatan Gerokgak, dan Desa Pangkungparuk di kecamatan Seririt.

Advertisement

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng menyiapkan strategi mengantisipasi hal tersebut.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida untuk penanganan permanen.

Menurut Adiptha, tahun ini pemerintah akan membangun sumur bor di Desa Pangkungparuk dan Desa Sumberklampok. Harapannya masalah krisis air bersih di dua wilayah tersebut dapat tertangani.

Advertisement

Adiptha menjelaskan tahun ini pemerintah pusat akan memberikan bantuan senilai Rp 600 juta untuk masing-masing desa.

“Pekerjaan akan dimulai tahun ini. Kami sudah ada koordinasi dengan BWS Bali Penida,” kata Adiptha saat dikonfirmasi Minggu (14/4/2024).

Nantinya sumur bor akan dibangun di atas lahan seluas 3 are. Selain sumur bor juga akan dilengkapi dengan rumah panel, pompa, serta tandon air.

Adiptha optimistis fasilitas itu akan bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga. Apalagi debit air yang ditargetkan cukup besar.

“Hitungannya kan debit 1 liter per detik itu bisa untuk 100 kepala keluarga. Harapannya kan debit lebih dari itu, karena untuk penduduk satu desa,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan saat ini pihaknya telah melakukan tahap persiapan dan sosialisasi. Targetnya pekerjaan sudah bisa dimulai pada bulan Mei mendatang.

Apabila proyek tersebut bisa dikerjakan pada bulan Mei, maka proyek diharapkan tuntas pada akhir Oktober atau paling lambat pada pertengahan November.

Selain untuk wilayah Buleleng Barat, pihaknya juga menargetkan pembangunan fasilitas serupa di wilayah Buleleng Timur.

“Mudah-mudahan bertahap bisa dipenuhi semua. Sehingga masalah krisis air bisa tertangani,” demikian Adiptha. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer