Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendaftaran Mepet, Tapi Minat Peserta Ikut Lomba Gerak Jalan tetap Tinggi

F
Penulis: Francelino Junior❯
Dokumentasi lomba gerak jalan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Buleleng.
Dokumentasi lomba gerak jalan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, radarbuleleng.id- Meski pendaftaran lomba gerak jalan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) terkesan mepet, namun antusiasme peserta tetap tinggi.


Advertisement

Terbukti hingga akhir pendaftaran, tercatat sudah 210 peserta yang mendaftar.

Lomba gerak jalan di Kabupaten Buleleng biasanya terbagi dalam tiga kategori. Yakni kategori 8 Kilometer (KM) untuk tingkat SD dan SMP, kemudian 17 KM untuk tingkat dewasa putri, dan 45 KM untuk tingkat dewasa putra.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menjadi leading sector dalam penyelenggaraan lomba yang sangat menarik perhatian masyarakat Bali utara ini.

Advertisement

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disdikpora Buleleng, Putu Pasek Sujendra menyebutkan bila jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 210 kelompok. Pendaftaran lomba gerak jalan ini mulai tanggal 10-26 Juli.

Mereka terbagi ke dalam tiga kategori, yakni 124 peserta SD di 8 KM, 40 peserta SMP di 8 KM, kemudian 28 peserta dewasa putri di 17 KM, dan 18 peserta dewasa putra di lomba gerak jalan 45 KM.

Menariknya, meski pendaftaran terkesan mepet waktu utamanya untuk kategori 45 KM, namun tetap ada peserta dewasa putra yang ikut mendaftar.

Advertisement

Ini menunjukkan bila animo masyarakat yang merindukan kategori lomba ini.

”Pendaftaran ditutup per tanggal 26 Juli. Namun kami tetap menerima pendaftar lagi sampai tanggal 31 Juli, saat Technical Meeting (TM),” ujar Pasek Sujendra pada Sabtu (27/7).

Dijelaskan lagi, bahwa lomba gerak jalan ini ada perubahan jadwal untuk kategori 8 KM tingkat SD.

Sebelumnya, untuk SD akan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus, kemudian dimajukan ke tanggal 6 Agustus.

Kemudian dalam pelaksanaannya, peserta akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama untuk peserta nomor 1-20 akan dimulai pagi hari, sedangkan peserta selanjutnya akan dimulai setelah pukul 13.00 Wita.

”Alasannya, kalau sudah pukul 10.00 Wita itu kondisinya sudah panas. Sudah kami komunikasikan hal ini pada panitia. Akhirnya, solusi pelaksanaanya dibagi menjadi dua kloter,” jelasnya.

Untuk persiapannya? Pasek Sujendra menjelaskan bila Disdikpora Buleleng bersama sejumlah instansi terkait akan melakukan pengecekan rute, yang akan dilalui tiap kategori.

Cek rute dan pembuatan garis start dan finish, katanya, akan dilakukan pada tanggal 5 Agustus.  ***

 

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

167 Kasus Baru HIV Tercatat di Buleleng. Delapan Kasus Ditemukan pada Remaja Usia 15-19 Tahun

167 Kasus Baru HIV Tercatat di Buleleng. Delapan Kasus Ditemukan pada Remaja Usia 15-19 Tahun

Dinkes Buleleng mencatat 167 kasus baru HIV hingga Agustus 2026, termasuk delapan kasus pada usia 15–19 tahun. Sebanyak 345 siswa SMP mengikuti Jambore KSPAN.

Imbas Krisis BBM di Bali: Pemkab Buleleng Terapkan WFH, UTS Siswa Ditunda

Imbas Krisis BBM di Bali: Pemkab Buleleng Terapkan WFH, UTS Siswa Ditunda

Pemkab Buleleng berlakukan WFH dan pembelajaran daring sekolah mulai 15-17 Oktober 2026 imbas krisis dan kelangkaan BBM di Bali.

Siswa SD Diserang Monyet: Disdikpora Janji Sekolah Dilindungi Kawat, BKSDA Kendalikan Populasi

Siswa SD Diserang Monyet: Disdikpora Janji Sekolah Dilindungi Kawat, BKSDA Kendalikan Populasi

Disdikpora Buleleng pasang kawat pengaman di SDN 2 Wanagiri pasca penyerangan monyet. BKSDA Bali siapkan langkah pengendalian populasi 35 ekor MEP.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer