Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alami Pendangkalan Parah, Saluran Irigasi di Desa Kalisada Buleleng Akhirnya Dikeruk

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

PENDANGKALAN PARAH: Saluran irigasi yang mengalami pendangkalan parah. Pendangkalan berdampak pada 200 hektare lahan persawahan di Seririt.
PENDANGKALAN PARAH: Saluran irigasi yang mengalami pendangkalan parah. Pendangkalan berdampak pada 200 hektare lahan persawahan di Seririt.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Saluran irigasi yang menghubungkan antara Desa Banjarasem dengan Desa Kalisada, di Kecamatan Seririt, Buleleng, akhirnya dikeruk.


Advertisement

Proses pengerukan itu berlangsung setelah saluran irigasi itu dibiarkan mengalami pendangkalan parah selama bertahun-tahun.

Pendangkalan itu terjadi gegara proyek galian yang ada di Desa Banjarasem. Pada musim hujan, material galian tergerus dan bermuara di saluran irigasi hingga memicu pendangkalan.

Dampaknya, sawah-sawah yang ada di Desa Kalisada tak bisa mendapatkan air bersih dari irigasi. Petani harus mengandalkan tadah hujan atau sumur bor.

Masalah itu sempat dikeluhkan masyarakat di Desa Kalisada, terutama saat upacara piodalan di Pura Puseh Desa Adat Tegallenga, pada 20 Juli 2024.

Kelian subak dan Bendesa Adat mesadu kepada Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry terkait masalah itu.

Advertisement

Sebab dampak dari pendangkalan saluran irigasi, sekitar 200 hektare lahan persawahan tidak bisa ditanami padi.

Hal itu pun berdampak serius pada pendapatan warga. Karena mereka hanya bisa bercocok tanam sekali setahun dari biasanya tiga kali dalam setahun.

”Kalau dulu bisa tiga kali panen, sekarang hanya bisa sekali saja.Hal ini mengakibatkan tergerusnya pendapatan para petani sebagai sumber utama penghasilannya,” kata Sugawa Korry.

Sebenarnya rencana pengerukan sempat dilakukan pada tahun 2020 lalu. Tetapi gegara pandemi covid-19, pengerukan tertunda.

Mengetahui masalah tersebut, Sugawa Korry langsung meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida untuk mengatasi masalah tersebut.

Dalam waktu singkat, tepatnya pada Senin (29/7/2024), BWS Bali Penida telah mengerahkan alat berat ke saluran irigasi itu.

Sugawa Korry menyebut, normalisasi saluran irigasi itu akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2025 mendatang.

Pada tahun 2024, BWS Bali Penida menargetkan bisa menuntaskan pengerukan sepanjang 7-8 kilometer.

Selanjutnya BWS Bali Penida juga akan memperbaiki check dam yang sudah lama rusak. Perbaikan akan dilakukan pada tahun 2025 mendatang, dengan harapan sawah bisa mendapatkan air.

“Selain itu Pol PP Kecamatan juga harus lebih intens melakukan pembinaan dan penindakan terhadap galian C. Jangan sampai merugikan petani,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali

Artikel Terkait

Amor ing Acintya. Bayi 13 Bulan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Terminal Penarukan

Amor ing Acintya. Bayi 13 Bulan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Terminal Penarukan

Balita 13 bulan asal Desa Bengkala ditemukan lemas di saluran irigasi kawasan Terminal Penarukan, Buleleng. Sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Anggaran Terbatas, Buleleng Genjot Perbaikan Jalan dan Irigasi

Anggaran Terbatas, Buleleng Genjot Perbaikan Jalan dan Irigasi

Pemkab Buleleng mengalokasikan Rp 63 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan pada 2026. Penataan Lovina, Titik Nol Singaraja, irigasi hingga pengembangan aspal plastik juga menjadi prioritas pembangunan.

Buleleng Gelontorkan Bantuan Pertanian Rp 3,6 Miliar untuk 30 Subak. Perkuat Irigasi hingga Ketahanan Pangan

Buleleng Gelontorkan Bantuan Pertanian Rp 3,6 Miliar untuk 30 Subak. Perkuat Irigasi hingga Ketahanan Pangan

Pemkab Buleleng menyalurkan bantuan sarana pertanian Rp 3,6 miliar kepada 30 subak untuk memperkuat irigasi, menjaga lahan sawah, dan meningkatkan ketahanan pangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer