Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Telur Peternak Ayam di Buleleng Diminta Diserap

F
Penulis: Francelino Junior❯
Harapan penyerapan telur ayam, yang dihasilkan oleh peternak lokal menjadi keinginan para peternak. Tentu ini juga untuk membantu roda perekonomian di Buleleng.
Harapan penyerapan telur ayam, yang dihasilkan oleh peternak lokal menjadi keinginan para peternak. Tentu ini juga untuk membantu roda perekonomian di Buleleng.

SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Telur hasil dari peternakan ayam di Kabupaten Buleleng diminta untuk diserap, sehingga roda perekonomian di Bali utara dapat terus bergerak, utamanya di bidang peternakan ayam.


Advertisement

Hal ini ditegaskan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana pada Rabu (22/1) pagi di peternakan ayam yang berada di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan.

Menurut Lihadnyana, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dengan peternak, akan sangat berpengaruh dalam perekonomian.

Sebab nantinya, hasil telur ayam yang ada, akan diserap oleh Perumda Swatantra.

Advertisement

Untuk harga jual beli pun akan disepakati bersama oleh kedua belah pihak. Produk yang diserap tersebut, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Buleleng.

Dilanjutkan lagi, Pemkab Buleleng sudah membantu peternak ayam di sana, dengan melakukan perbaikan jalan yang digunakan sebagai akses utama mereka.

Ini dilakukan, sebab peternak mengeluhkan terhambatnya akses mereka untuk membantu perekonomian Buleleng, karena jalan yang rusak.

Advertisement

”Apalagi Buleleng akan melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan produk-produk pangan seperti telur. Tentu saja, produk yang digunakan harus yang dihasilkan oleh masyarakat Buleleng,” ujar Lihadnyana.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Swatantra, I Gede Boby Suryanto mengungkapkan, pihaknya siap menyerap produk-produk dari kelompok peternak di Desa Tajun. 

Perumda Swatantra juga mengaku akan memberikan 4K yaitu kepastian pembelian, kepastian harga, kepastian pembayaran, dan dari peternak untuk kepastian produksinya.

Kesiapan ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama. Sehingga dengan kesepakatan itu, harga pasar yang muncul akan diikuti.

“Peternak tidak merugi. Dengan meningkatnya produksi, pasar semakin terkendali. Utamanya dalam hal pengendalian inflasi dan juga untuk program makan bergizi gratis,” katanya.

Sedangkan peternak ayam petelur, Komang Radiasa mengungkapkan, peternakannya dapat menghasilkan 920 butir telur dari 1000 ekor ayam yang dibudidayakannya.

Ia mengklaim, telur ayam di Desa Tajun memiliki omega 3 yang tinggi, karena pertemuan dua suhu yaitu suhu laut dan suhu perbukitan.

Kini, dengan harapan penyerapan hasil produksi telur dari Pemkab Buleleng, setidaknya membuat peternak tidak merugi, karena dulunya para tengkulak yang menyerap hasil produksi mereka. 

”Dengan adanya penyerapan ini bisa saling menguntungkan. Telur dari peternakan ayam Desa Tajun terbaik di Bali, karena kandungan omega 3-nya yang sangat tinggi,” ucapnya bangga.***

Advertisement

Artikel Terkait

Imbas Keracunan di SDN 3 Banjar Jawa: SPPG Penyuplai Kena Sanksi Pembekuan

Imbas Keracunan di SDN 3 Banjar Jawa: SPPG Penyuplai Kena Sanksi Pembekuan

Pemerintah resmi bekukan (suspend) SPPG penyuplai MBG ke SDN 3 Banjar Jawa selama 2 minggu buntut kasus dugaan keracunan massal siswa.

SPPG di Buleleng Kini Dapat Insentif Rp 2.000 per Porsi, Pembayaran Dilakukan Setiap Hari

SPPG di Buleleng Kini Dapat Insentif Rp 2.000 per Porsi, Pembayaran Dilakukan Setiap Hari

Insentif SPPG penyalur MBG di Buleleng berubah menjadi Rp2.000 per porsi mulai 5 Oktober 2026. Pembayaran dilakukan setiap hari sesuai jumlah porsi yang dikonsumsi dalam kondisi baik.

Habiskan Anggaran Rp 139,7 Triliun! Program MBG Menyasar 56,9 Juta Warga

Habiskan Anggaran Rp 139,7 Triliun! Program MBG Menyasar 56,9 Juta Warga

Realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) capai Rp139,77 triliun hingga pertengahan September 2026, sasar 56,9 juta warga. Siswa SD terima porsi dana terbesar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer