Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Perumahan Cek Program BSPS di Buleleng. Ingatkan Subsidi Harus Tepat Sasaran

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

RUMAH: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait saat melakukan kunjungan kerja ke Buleleng pada Selasa (28/1/2025).
RUMAH: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait saat melakukan kunjungan kerja ke Buleleng pada Selasa (28/1/2025).

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Buleleng, pada Selasa (29/1/2025).


Advertisement

Dalam kunjungan itu, Menteri Maruarar sempat mengecek program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dibangun di Banjar Dinas Yeh Anakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt.

Program BSPS di Banjar Dinas Yeh Anakan, menyasar sebanyak 46 kepala keluarga di RT Rajatama. Seluruhnya merupakan komunitas nelayan.

Salah satu warga yang menerima program adalah Abdul Choliq. Dia mendapat bantuan pada tahun 2024 lalu.

Advertisement

Dia mendapat bantuan senilai Rp 20 juta dari pemerintah. Bantuan itu ia gunakan membeli bahan bangunan.

Selain itu dia juga mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp 9 juta. Bantuan itu juga dia gunakan membeli bahan bangunan.

“Ada juga bantuan dari saudara-saudara yang lain. Akhirnya ya bisa jadi berdiri,” ujarnya.

Menurutnya rumah  yang direhab dulunya beratapkan asbes. Temboknya sudah tua. Lantainya juga hanya rabat kasar.

“Sekarang alhamdulilah sudah jauh lebih bagus. Tinggal plester lantai dan siapkan lemari di dalam. Mudah-mudahan sebulan lagi sudah tuntas,” ujarnya.

Melihat bantuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengaku puas dengan rehab rumah yang dilakukan swadaya oleh masyarakat.

“Saya lihat kualitas bagus. Air aman. Saya rasa ini program yang nyata dirasakan rakyat,” ujarnya.

Bahkan ada warga yang berhasil merehab rumah menjadi lebih luas lagi. “Ada yang dapat CSR juga sampai Rp 14 juta,” kata pria yang akrab disapa Ara itu.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan, Kementerian PKP akan berupaya semaksimal mungkin menggunakan APBN untuk menyalurkan lebih banyak program yang berpihak pada rakyat.

“Tentu program BSPS ini sangat kita prioritaskan. Selain FLPP rumah subsidi,” ujarnya.

Menurutnya alokasi anggaran pemerintah sangat terbatas. Sehingga Kementerian PKP harus membuat skema yang tepat untuk program perumahan.

“Akses yang tepat itu langsung ke rakyat. Penerima bantuan juga harus tepat sasaran. Jangan sampai orang kaya dapat subsidi,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja mencapai 40 persen. Proyek senilai Rp 4,74 miliar ini mencakup pemasangan batu andesit, pelebaran drainase, dan lampu jalan.

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening, Buleleng, menjalani penilaian sebagai calon desa percontohan antikorupsi 2026. Penilaian mencakup lima komponen utama dan 18 indikator tata kelola pemerintahan.

Krisis BBM di Buleleng: Nyaris 10 Jam Mengantre Demi 5 Liter Pertalite

Krisis BBM di Buleleng: Nyaris 10 Jam Mengantre Demi 5 Liter Pertalite

Pengalaman mengantre hampir 10 jam di SPBU Anturan saat krisis BBM Buleleng. Bertahan semalaman, saya akhirnya pulang dengan lima liter Pertalite.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer