Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh, Sebanyak 182 Siswa SMP di Buleleng Terancam Drop Out

F
Penulis: Francelino Junior❯

 


Advertisement

Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyebut ada 182 siswa SMP di Bali utara yang terancam DO.
Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyebut ada 182 siswa SMP di Bali utara yang terancam DO.

Radarbuleleng.jawapos.com- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menyebut ada ratusan orang siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bali utara, yang terancam Drop Out (DO).

Ini disebabkan sejumlah faktor, sehingga banyak yang berpotensi lulus tanpa ijazah.

Advertisement

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

Katanya, dari total 34.062 orang siswa SMP di Buleleng, ada 182 orang yang berpotensi dipecat sekolahnya. Ratusan orang itu diketahui masih tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

”Mereka sudah tidak melaksanakan proses belajar. Ada yang sudah hitungan hari, ada juga yang sudah hitungan minggu,” ujarnya pada Rabu (23/4).

Advertisement

Mengapa bisa terjadi? Plt. Ariadi menyebut, ada sejumlah faktor mulai dari menikah, ikut orang tua bekerja keluar Buleleng, hingga broken home.

Pihaknya pun sudah menjajaki para siswa ini, agar tidak dikeluarkan sekolah. Sebab berkaitan dengan masa depan pendidikan mereka juga.

Dari 182 siswa tersebut, 92 orang diantaranya sudah dijajaki dan bersedia untuk sekolah lagi.

Hanya saja, mereka akan mengikuti sekolah non formal, seperti di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), untuk mengejar pendidikan kesetaraan atau kejar paket B atau setara SMP.

”Kalau di sekolah formal kan lebih normatif, karena ada jamnya diatur. Kalau PKBM atau SKB kan lebih fleksibel menyesuaikan dengan kondisi siswa,” jelasnya.

Sedangkan untuk sisa siswa yang belum dijajaki, Ariadi mengatakan akan terus mendekati.

Sebab ada yang ikut orang tuanya ke Kota Denpasar. Sehingga akan dikoordinasikan dengan pimpinan wilayah setempat seperti perbekel atau lurah, agar dapat dibantu melakukan komunikasi.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

DPRD Bali Usul SMA Sepi Peminat di Buleleng Diubah Jadi SMK Pariwisata, Daya Tampung Siswa Juga Diminta Ditambah

DPRD Bali Usul SMA Sepi Peminat di Buleleng Diubah Jadi SMK Pariwisata, Daya Tampung Siswa Juga Diminta Ditambah

Wakil Ketua II DPRD Bali mengusulkan SMA atau SMK yang sepi peminat di Buleleng diubah menjadi SMK Pariwisata. Ia juga meminta penambahan kuota rombel dan subsidi bagi sekolah swasta.

167 Kasus Baru HIV Tercatat di Buleleng. Delapan Kasus Ditemukan pada Remaja Usia 15-19 Tahun

167 Kasus Baru HIV Tercatat di Buleleng. Delapan Kasus Ditemukan pada Remaja Usia 15-19 Tahun

Dinkes Buleleng mencatat 167 kasus baru HIV hingga Agustus 2026, termasuk delapan kasus pada usia 15–19 tahun. Sebanyak 345 siswa SMP mengikuti Jambore KSPAN.

Imbas Krisis BBM di Bali: Pemkab Buleleng Terapkan WFH, UTS Siswa Ditunda

Imbas Krisis BBM di Bali: Pemkab Buleleng Terapkan WFH, UTS Siswa Ditunda

Pemkab Buleleng berlakukan WFH dan pembelajaran daring sekolah mulai 15-17 Oktober 2026 imbas krisis dan kelangkaan BBM di Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer