Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Buleleng Didorong Menabung, Diajak Percaya Perbankan

F
Penulis: Francelino Junior❯

 


Advertisement

LPS ajak masyarakat percaya dengan perbankan. Sebab ini untuk mendorong perputaran ekonomi dan stabilitas keuangan.
LPS ajak masyarakat percaya dengan perbankan. Sebab ini untuk mendorong perputaran ekonomi dan stabilitas keuangan.

Radarbuleleng.jawapos.com- Masyarakat Buleleng diajak untuk percaya pada perbankan, utamanya dalam menabung.

Sehingga dengan adanya kepercayaan masyarakat pada bank, maka akan ada perputaran ekonomi untuk stabilitas keuangan.1

Advertisement

Hal ini ditekankan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam sosialisasi dan edukasi di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/7) pagi.

Bali utara baru pertama kali didatangi lembaga, yang sejajar dengan BI dan OJK. Sebab sebelumnya, edukasi dan literasi keuangan hanya dilakukan di wilayah Bali selatan.

”Tujuannya mendorong kepercayaan masyarakat kepada perbankan, sehingga mereka mau nabung. Jadi bank punya uang, kemudian disalurkan untuk kredit produktif sehingga ekonomi bergerak,” ujar Kepala Kantor Perwakilan LPS II di Surabaya, Bambang S. Hidayat.

Advertisement

Meski tugas LPS diibaratkan sebagai dokter yang menyembuhkan pasien, dalam hal ini bank, tetapi sebagai lembaga keuangan mereka juga tetap memberikan edukasi mengenai penipuan, pinjol, hingga judol. 

Di sisi lain, LPS juga secara undang-undang wajib menjamin minimal 98 persen rekening masyarakat.

Saat ini, yang sudah dijamin adalah 99,98 persen rekening masyarakat. Maksimal penjaminan mereka adalah Rp2 miliar. Namun tetap harus memenuhi kriteria.

Tentunya rekening masyarakat itu berasal dari bank umum, BPR, bank konvensional, hingga bank asing di Indonesia.

Sebab mereka wajib menjadi peserta penjaminan, sesuai dengan undang-undang.

”Dengan ini juga, masyarakat supaya paham, kalau uang yang mereka tabung di bank, ada yang menjamin yakni LPS. Bicara trust karena bisa cover rekening Indonesia, harusnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan meningkat,” tegas Bambang.

Sementara itu, Perbekel Desa Bulian, I Made Sudirsa menyebut, kalau hampir seluruh masyarakatnya sudah menaruh uangnya di bank hingga ke LPD dan BUMDes. Meski ada sejumlah orang tua, yang masih menyimpan uang secara tradisional.***

 
 

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Cerita Peternak Ayam di Bali Utara: Bertahan dari Krisis 1998 hingga Pandemi Covid-19

Cerita Peternak Ayam di Bali Utara: Bertahan dari Krisis 1998 hingga Pandemi Covid-19

Bertahan lebih dari 35 tahun sebagai peternak ayam, Wayan Putrayasa melewati krisis moneter, pandemi Covid-19, hingga terpaksa menjual rumah demi menyelamatkan usahanya.

Lovina Festival 2026 Ditutup. Sedot 30 Ribu Pengunjung dan Putar Transaksi UMKM Ratusan Juta

Lovina Festival 2026 Ditutup. Sedot 30 Ribu Pengunjung dan Putar Transaksi UMKM Ratusan Juta

Lovina Festival 2026 ditutup dengan capaian positif. Selama lima hari, festival ini menarik 30 ribu pengunjung dan mencatat transaksi UMKM mencapai Rp 746,7 juta. Pemkab Buleleng kini menyiapkan evaluasi berbasis data.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer