Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Buleleng Perkuat Mitigasi Bencana

F
Penulis: Francelino Junior❯
MITIGASI BENCANA: Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.
MITIGASI BENCANA: Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Cuaca ekstrem yang melanda Bali belakangan ini membuat Kabupaten Buleleng meningkatkan kewaspadaan. 


Advertisement

Meski berada jauh dari kawasan Bali selatan, kondisi iklim yang tidak menentu tetap menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Bali utara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng kini memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim. 

Pasalnya, pola musim yang sulit diprediksi telah memicu ancaman bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, longsor, hingga kekeringan.

Advertisement

Topografi Buleleng yang didominasi perbukitan menjadikan wilayah ini rawan bencana. Karena itu, berbagai langkah antisipasi wajib dilakukan secara terstruktur. 

Salah satunya melalui penyusunan dokumen kajian risiko bencana bersama BMKG, yang memetakan daerah rawan banjir, longsor, dan kekeringan sebagai dasar perencanaan mitigasi di lapangan.

“Buleleng punya pemetaan risiko, dan upaya mitigasi dilakukan lewat kolaborasi dengan BMKG, perangkat desa, serta OPD terkait seperti Dinas PUTR dan DLH,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

Advertisement

Selain itu, sistem peringatan dini terus diperkuat. Informasi cuaca dari BMKG secara rutin diperbarui dan langsung disebarkan ke masyarakat melalui perangkat desa, media sosial, hingga rapat koordinasi. 

Tujuannya agar masyarakat mendapat informasi lebih awal terkait potensi bencana, baik di musim hujan maupun kemarau.

BPBD Buleleng juga gencar meningkatkan kapasitas masyarakat lewat sosialisasi, edukasi, hingga simulasi penanggulangan bencana. 

Program Desa Tangguh Bencana dan Satuan Pendidikan Aman Bencana menjadi wadah untuk membangun kesiapan warga menghadapi risiko.

“Penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mitigasi bencana di Buleleng. Perubahan iklim telah menimbulkan dampak nyata, mulai dari banjir, longsor, hingga kekeringan air bersih,” pungkas Ariadi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer