Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Hujan, Ular Makin Sering Masuk Pemukiman Warga Buleleng 

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

TANGKAP ULAR: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng menangkap ular piton yang memangsa ayam warga.
TANGKAP ULAR: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng menangkap ular piton yang memangsa ayam warga.


Advertisement

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Warga Kabupaten Buleleng, Bali, harus lebih waspada pada musim hujan ini. 

Penyebabnya, kemunculan ular di sekitar rumah warga semakin sering terjadi. 

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng bahkan hampir tiap hari menerima laporan evakuasi ular yang keluar dari habitatnya akibat genangan air.

Advertisement

Peristiwa terbaru terjadi Selasa (11/11/2025) malam sekitar pukul 20.38 WITA. 

Regu 2 Pos Induk Damkar Buleleng mendapat laporan dari Nyoman Widiantari, warga Jalan Pulau Obi Gang Bima, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. 

Seekor ular piton besar ditemukan masuk ke kandang dan melilit itik yang sedang bertelur.

Advertisement

Tim Reaksi Cepat (TRC) Damkar langsung bergerak ke lokasi. Dalam waktu sekitar delapan menit, ular berhasil dievakuasi dengan aman tanpa melukai hewan ternak maupun petugas.

Keesokan harinya, Rabu (12/11/2025), kejadian serupa kembali terjadi di Banjar Dinas Tegal, Desa Kubutambahan. 

Regu 2 Pos Kubutambahan mengevakuasi ular sepanjang 2,5 meter dari rumah Jro Nyarikan Putu Kerta. 

Ular yang diduga berasal dari arah sungai itu masuk ke kandang ayam dan memangsa tiga ekor ayam milik warga. Proses penangkapan berlangsung cepat, hanya sekitar lima menit.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Buleleng, I Gede Arya Suardana mengatakan, meningkatnya laporan evakuasi ular menjadi fenomena tahunan saat musim hujan. 

Genangan air di habitat alami membuat ular mencari tempat kering sekaligus sumber makanan baru di sekitar pemukiman.

“Begitu musim hujan, habitat ular tergenang air. Mereka keluar mencari mangsa, biasanya ternak warga. Laporannya hampir setiap hari kami terima,” ujar Arya Suardana.

Sejak awal November, Damkar Buleleng sudah mengevakuasi tujuh ekor ular dari berbagai wilayah di Buleleng. 

Menariknya, semua ular yang tertangkap tidak dimusnahkan. Petugas memilih melepasnya kembali ke alam bebas di lokasi jauh dari pemukiman warga.

“Kami tidak membasmi ular karena mereka bagian dari keseimbangan ekosistem. Kalau ular habis, populasi tikus bisa meningkat pesat. Jadi biasanya kami lepaskan ke tempat yang aman,” jelas Arya Suardana.

Damkar Buleleng juga mengimbau warga untuk berhati-hati, terutama yang memiliki kandang ternak di dekat sungai atau semak. 

Warga diminta segera melapor jika menemukan ular agar evakuasi bisa dilakukan dengan aman oleh petugas. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer