Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Hujan Ekstrem, BPBD Buleleng Bentuk Tim Camat Tangguh Bencana

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

BERSIHKAN DAHAN: Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Buleleng membersihkan dahan pohon yang tumbang di Desa Silangjana, Buleleng.
BERSIHKAN DAHAN: Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Buleleng membersihkan dahan pohon yang tumbang di Desa Silangjana, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ancaman bencana alam saat musim hujan di Kabupaten Buleleng kini mulai diantisipasi sejak dini. 


Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng resmi membentuk Tim Camat Tangguh Bencana (TCTB) yang bertugas memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan serta melakukan identifikasi potensi bencana lebih awal.

Pembentukan tim ini disepakati dalam rapat multi sektor yang digelar di kantor BPBD Buleleng, Rabu (25/11/2025). 

Langkah tersebut menjadi tindak lanjut dari peringatan BMKG terkait potensi hujan dengan intensitas di atas normal pada Desember.

Advertisement

Sebab cuaca ekstrem bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa menyebut TCTB akan menjadi garda terdepan di tiap wilayah.

“Tugasnya hampir sama dengan TRC (Tim Reaksi Cepat). Di dalam tim ada unsur pemerintah kecamatan, polsek, koramil, puskesmas, serta relawan desa. Mereka bisa langsung mengidentifikasi dan menangani potensi bencana di wilayah masing-masing tanpa harus menunggu instruksi dari kabupaten,” jelasnya.

Advertisement

Suyasa menegaskan, hal-hal sederhana seperti memangkas pohon lapuk, membersihkan aliran sungai yang tersumbat, hingga memastikan jalur evakuasi aman harus dilakukan sejak sekarang.

Dengan adanya TCTB, seluruh data laporan di tingkat kecamatan akan terpusat sehingga mempermudah koordinasi dan mempercepat respon. 

Sistem satu pintu ini diharapkan meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa.

Dalam rapat tersebut, seluruh peserta juga sepakat membentuk Posko Bencana Terpadu. Namun lokasi posko masih menunggu persetujuan Sekda Buleleng sebagai Kepala BPBD.

“Targetnya, posko bisa berjalan pada Desember. Semoga semua langkah ini berjalan sesuai rencana,” tambah Suyasa.

Data BPBD menunjukkan, sepanjang Januari–Oktober 2025 terjadi 105 kejadian tanah longsor, 53 kejadian akibat cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, dan 208 kerugian material tercatat

Lebih jauh, berdasarkan kajian risiko, Bali Utara memiliki sembilan potensi bencana besar. Mulai banjir, banjir bandang, gelombang ekstrem, kekeringan, tsunami, hingga kebakaran hutan.

“Semua wilayah punya potensi. Ada zona merah, kuning, sampai hijau. Tapi harapan kita sama, semoga tidak ada bencana,” tutup Suyasa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Belajar dari Gempa Seririt 1976, Desa Patemon Susun Perdes Penanggulangan Bencana

Belajar dari Gempa Seririt 1976, Desa Patemon Susun Perdes Penanggulangan Bencana

Desa Patemon, Buleleng, menyusun Perdes Penanggulangan Risiko Bencana dengan belajar dari gempa Seririt 1976. Sebanyak 56 relawan disiapkan lengkap dengan SOP, jalur evakuasi, dan titik kumpul warga.

Bertahun-tahun Kekurangan Armada, PMI Buleleng Akhirnya Miliki Mobil Operasional Khusus untuk Tanggap Bencana

Bertahun-tahun Kekurangan Armada, PMI Buleleng Akhirnya Miliki Mobil Operasional Khusus untuk Tanggap Bencana

Pemkab Buleleng menyerahkan empat mobil operasional Toyota Hilux kepada PMI Buleleng untuk memperkuat layanan kebencanaan dan aksi kemanusiaan.

Perkuat Tim Reaksi Cepat Bencana, BPBD Buleleng Siapkan Respons Lebih Cepat dan Terpadu

Perkuat Tim Reaksi Cepat Bencana, BPBD Buleleng Siapkan Respons Lebih Cepat dan Terpadu

Pemkab Buleleng memperkuat Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana lintas sektor. BPBD menekankan kesiapsiagaan dan koordinasi cepat untuk meminimalkan dampak bencana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer