Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aksi Pembacokan di Kubutambahan Berujung Damai. Korban dan Pelaku Ternyata Berteman

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

Ilustrasi pengeroyokan Ketut Bagia. Pria yang mukim di Banjar Dinas Kalibukbuk, Desa Kalibukbuk itu dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.
Ilustrasi pengeroyokan Ketut Bagia. Pria yang mukim di Banjar Dinas Kalibukbuk, Desa Kalibukbuk itu dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Jalan Raya Air Sanih, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, berujung damai. 


Advertisement

Pihak korban dan terlapor sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan setelah difasilitasi aparat desa setempat.

Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam pernyataan tertulis yang dibuat di Kantor Desa Kubutambahan. 

Proses perdamaian terjadi setelah adanya komunikasi intensif antara korban, I Ketut HA, dan terlapor, Ketut SI.

Advertisement

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menjelaskan, kedua belah pihak secara sadar memilih jalur damai dan tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum.

“Kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Pernyataan damai dibuat di Kantor Desa Kubutambahan,” ujar Yohana, Rabu (17/12/2025).

Sebelumnya, I Ketut HA melaporkan dugaan penganiayaan berupa pembacokan menggunakan senjata tajam yang menyebabkan luka pada telapak tangan. 

Advertisement

Namun, dari hasil pendalaman, diketahui korban dan terlapor saling mengenal. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi di jalan raya.

“Diketahui korban dan terlapor saling kenal. Setelah dilakukan klarifikasi dan komunikasi, keduanya sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan ke proses hukum dan memilih jalur damai,” jelas Yohana.

Lebih lanjut, kepolisian menegaskan menghormati kesepakatan damai selama tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan dilandasi kesadaran penuh dari para pihak.

“Polri mengedepankan penyelesaian masalah melalui pendekatan problem solving dan restorative justice, khususnya untuk perkara-perkara tertentu yang memungkinkan diselesaikan secara kekeluargaan,” terangnya.

Meski kasus berakhir damai, Yohana tetap mengimbau masyarakat agar mengedepankan sikap saling menghormati, terutama saat berada di jalan raya, guna mencegah perselisihan yang dapat berujung pada tindak kekerasan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Aniaya dan Sekap Kekasih, Oknum Dokter di Bali jadi Tersangka

Aniaya dan Sekap Kekasih, Oknum Dokter di Bali jadi Tersangka

oknum Dokter di Denpasar, Bali, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dugaan penganiayaan serta penyekapan terhadap kekasihnya. Polisi menyebut telah mengantongi bukti permulaan yang cukup.

Kasus Penganiayaan Anak di Buleleng Terungkap dari Media Sosial. Ayah Kandung Positif Narkoba

Kasus Penganiayaan Anak di Buleleng Terungkap dari Media Sosial. Ayah Kandung Positif Narkoba

Kasus dugaan penganiayaan anak di Buleleng terungkap dari media sosial. Ayah kandung korban diamankan setelah hasil tes urine menunjukkan positif narkotika.

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembakaran Dua Jenazah di Benoa. Tujuh Tersangka Peragakan 40 Adegan

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembakaran Dua Jenazah di Benoa. Tujuh Tersangka Peragakan 40 Adegan

Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan di Benoa yang menewaskan dua korban. Tujuh tersangka memperagakan 40 adegan dalam proses penyidikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer