Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Shortcut Titik 9–10 Dibangun, Masyarakat Gitgit Khawatir Jalur Wisata jadi Sepi

E
Penulis: Eka Prasetya❯

 

PARKIR: Alat berat terparkir di area proyek pembangunan shortcut Jalan Raya Singaraja-Denpasar.
PARKIR: Alat berat terparkir di area proyek pembangunan shortcut Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pembangunan shortcut titik 9–10 Singaraja–Denpasar di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, diharapkan mampu memperlancar arus transportasi dan menekan angka kecelakaan di Bali. 


Advertisement

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran kawasan pusat desa dan jalur wisata lama akan mengalami penurunan kunjungan wisatawan.

Perbekel Gitgit, Putu Arcana, mengatakan pembangunan shortcut pada prinsipnya membawa harapan besar, terutama dalam memperlancar distribusi logistik dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.

“Ini kan jelas harapan bisa melancarkan sisi transportasi. Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, selama ini sering terjadi kemacetan dan kecelakaan. Secara ekonomi dan distribusi logistik juga bisa membantu masyarakat, termasuk menjual hasil produk desa agar lebih cepat,” ujarnya.

Advertisement

Arcana mengakui, secara geografis sebagian besar titik shortcut berada di wilayah Desa Gitgit. Hal tersebut berpotensi mengalihkan arus kendaraan yang selama ini melintasi pusat desa.

“Kalau nanti shortcut ini sudah selesai, dampak yang mungkin langsung dirasakan adalah jalur transportasi di pusat desa kami bisa menjadi sepi. Dari sisi sepi itu, tentu menjadi tantangan,” katanya.

Menurut Arcana, kondisi tersebut perlu disikapi dengan kebijakan desa yang tepat agar tidak merugikan pelaku usaha, khususnya usaha pariwisata dan UMKM yang selama ini bergantung pada lalu lintas wisatawan di pinggir jalan utama.

Advertisement

Menurutnya, sejumlah masyarakat sudah mendatangi dirinya dan mengungkapkan kekhawatiran bahwa jalur tersebut akan berdampak pada menurunnya ekonomi masyarakat.

Selain itu pengalihan jalur juga mengancam turunnya kunjungan ke sejumlah objek wisata alam di Gitgit, seperti air terjun yang berada di kawasan hulu hingga hilir desa. Meski begitu, Arcana meyakini keberadaan shortcut tidak sepenuhnya negatif.

“Justru sekarang banyak wisatawan yang mencari objek wisata yang jauh dari keramaian. Lama-lama tamu malah betah di tempat seperti itu. Ini mungkin sisi positif yang nanti perlu kita diskusikan bersama pelaku pariwisata,” jelasnya.

Ia menegaskan, pariwisata bersifat dinamis dan membutuhkan adaptasi berkelanjutan. Karena itu, komunikasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan, termasuk dengan Dinas Pariwisata.

“Gitgit menjual pariwisata alam, dan itu punya daya tarik tersendiri. Di Gitgit saja ada sekitar empat air terjun yang sudah dikenal, masing-masing punya karakteristik yang unik,” katanya.

Arcana menyebutkan, air terjun di Desa Gitgit memiliki kekhasan masing-masing, mulai dari Air Terjun Ceburan Tuan atau yang kini dikenal sebagai Twin Waterfall, Colek Pamor, air terjun bertingkat, hingga Campuhan. Keunikan tersebut diyakini tetap menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain pariwisata, Arcana juga menyinggung aspek ketenagakerjaan. Ia memastikan masyarakat lokal tetap diprioritaskan dalam proyek pembangunan shortcut.

Ia berharap pembangunan shortcut titik 9–10 tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat desa, sekaligus menjadi momentum untuk menata ulang strategi pariwisata Gitgit. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Pantai Giri Emas Disiapkan Jadi Destinasi Snorkeling, Pemdes Bidik Investor Lokal

Pantai Giri Emas Disiapkan Jadi Destinasi Snorkeling, Pemdes Bidik Investor Lokal

Pemdes Giri Emas menyiapkan Pantai Giri Emas di Buleleng sebagai destinasi snorkeling. Potensi terumbu karang dan biota laut akan dikembangkan dengan menggandeng investor lokal serta dukungan Pemkab Buleleng.

Ratusan Pemancing Berkompetisi Buleleng. Bupati Sutjidra Jadikan Fishing Tournament Agenda Tahunan Promosi Wisata Bahari

Ratusan Pemancing Berkompetisi Buleleng. Bupati Sutjidra Jadikan Fishing Tournament Agenda Tahunan Promosi Wisata Bahari

Sebanyak 300 pemancing dari Bali hingga Jawa meramaikan Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026. Ajang ini dipastikan menjadi agenda tahunan untuk mempromosikan wisata bahari Buleleng.

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer