Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambut Tahun Kuda Api, Umat Konghucu Buleleng Siapkan Perayaan Imlek

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

IBADAH: Suasana persembahyangan di TITD Ling Gwan Kiong menjelang Tahun Baru Imlek 2577.
IBADAH: Suasana persembahyangan di TITD Ling Gwan Kiong menjelang Tahun Baru Imlek 2577.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Umat Konghucu di Kabupaten Buleleng, Bali, mulai bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 yang jatuh pada Senin (16/2/2026). 


Advertisement

Tahun ini, perayaan Imlek akan diisi dengan enam rangkaian kegiatan ritual yang digelar sebelum dan sesudah pergantian tahun menuju tahun Kuda Api.

Di Buleleng, pusat perayaan Imlek dipusatkan di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong dan Seng Hong Bio yang lokasinya saling berdekatan. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sembahyang Song Shen Shang Tian atau mengantar para dewa naik ke langit pada Selasa (10/2/2026) pukul 23.30 WITA.

Advertisement

Selanjutnya, pada Rabu (11/2/2026) pukul 08.00 WITA, umat melaksanakan pembersihan altar serta kimsin atau rupang dewa-dewi sebagai bentuk penyucian menjelang tahun baru.

Puncak perayaan Imlek berlangsung pada Senin (16/2/2026). Pada pukul 09.00 WITA digelar sembahyang bersama tutup tahun Ular Kayu. Kemudian pukul 19.00–21.00 WITA dilaksanakan sembahyang sujud bakti yang dibagi dalam tiga sesi. 

Advertisement

Selanjutnya tepat pukul 23.59 WITA, umat melaksanakan sembahyang pergantian tahun yang dilanjutkan dengan pesta kembang api. 

Setelah itu, pukul 00.30 WITA dilakukan sembahyang memohon petunjuk terkait kondisi umum di tahun Kuda Api.

”Pesta kembang api kami lakukan, tapi tidak semeriah tahun sebelumnya. Adanya bunyi dan api, merupakan tradisi mengusir roh jahat. Supaya menekan kekuatan negatif dan positifnya tumbuh,” ujar Ketua TITD Ling Gwan Kiong dan Seng Hong Bio, Wirasanjaya atau akrab disapa Cong San.

Rangkaian ritual berlanjut pada Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WITA dengan sembahyang Jie Shen, yakni menyambut para dewa turun ke bumi. 

Kemudian pada Selasa (24/2/2026) pukul 23.20 WITA digelar sembahyang Ji Tian Gong/Yu Huang Shang Di atau sembahyang Tuhan Yang Maha Esa.

Ritual Imlek ditutup pada Selasa (3/3/2026) pukul 08.30 WITA dengan sembahyang Yuan Xiao Jie atau Cap Go Meh, yang dilanjutkan sembahyang tolak bala atau Cisuak.

Wirasanjaya menyebutkan, perayaan Imlek 2577 di Buleleng tidak memiliki perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh rangkaian ritual tetap dilaksanakan sebagaimana tradisi dan dipimpin oleh rohaniawan.

”Kuda ini simbol power tinggi, bertenaga. Tahun ini kuda api, ada gejolak tinggi, tapi tergantung manusia bisa kendalikan diri atau tidak. Tahun ini, lebih pada pengendalian diri,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer