Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasca Kasus Gigitan Massal, Ratusan Anjing di Banyuning Divaksin dan Disterilisasi

F
Penulis: Francelino Junior❯
KENDALIKAN POPULASI: Kegiatan sterilisasi, kastrasi, dan vaksinasi anjing yang dilakukan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Komisariat Buleleng. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran rabies di Buleleng. (Kelurahan Banyuning)
KENDALIKAN POPULASI: Kegiatan sterilisasi, kastrasi, dan vaksinasi anjing yang dilakukan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Komisariat Buleleng. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran rabies di Buleleng. (Kelurahan Banyuning)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya pencegahan rabies di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, terus digencarkan. 

Setelah sempat terjadi kasus anjing diduga rabies yang menggigit 18 warga beberapa waktu lalu, kini Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Komisariat Buleleng turun langsung menggelar bakti sosial sterilisasi, kastrasi, dan vaksinasi anjing, Sabtu (23/5/2026).

Advertisement

Kegiatan yang dipusatkan di Wantilan Kelurahan Banyuning itu disambut antusias warga. 

Sejak pagi, masyarakat berdatangan membawa anjing peliharaannya untuk mendapat layanan kesehatan hewan secara gratis. 

Tercatat sebanyak 120 ekor anjing berhasil divaksinasi, sementara 32 ekor lainnya menjalani tindakan sterilisasi maupun kastrasi.

Advertisement

Tak hanya pelayanan kesehatan hewan, kegiatan tersebut juga diisi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memelihara hewan secara bertanggung jawab agar tidak menjadi ancaman penularan rabies.

Ketua Panitia Bakti Sosial PDHI Komisariat Buleleng, drh. I Gusti Oka Yadnya mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan para dokter hewan di Buleleng melihat meningkatnya kasus gigitan anjing yang terjadi belakangan ini.

“Kegiatan ini beranjak dari kepedulian kami dokter hewan di Buleleng. Berawal dari informasi di media ada peningkatan kasus gigitan, jadi kami hadir melaksanakan bakti sosial berupa sterilisasi dan kastrasi,” ujarnya.

Menurutnya, sterilisasi dan kastrasi dilakukan sebagai langkah pengendalian populasi Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya anjing lokal yang kerap dilepasliarkan dan berpotensi menyebarkan rabies.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Mobil Taft Hilang Kendali di Jalan Gempol Banyuning. Seruduk Empat Motor hingga Hantam Pagar Rumah

Mobil Taft Hilang Kendali di Jalan Gempol Banyuning. Seruduk Empat Motor hingga Hantam Pagar Rumah

Mobil Daihatsu Taft tabrak empat motor dan pagar rumah di Jalan Gempol, Banyuning, Buleleng. Tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan Rp10 juta.

Mimih! Dalam Sehari Dua Warga Ditemukan Meninggal Mendadak di Buleleng

Mimih! Dalam Sehari Dua Warga Ditemukan Meninggal Mendadak di Buleleng

Dua warga ditemukan meninggal dunia di Buleleng dalam sehari. Seorang sopir asal Cianjur tertindih motor di Banyuning, sementara perempuan di Baktiseraga ditemukan meninggal di rumahnya.

Bocah di Seririt Meninggal Diduga Rabies, Enam Warga Lain Digigit Anjing yang Sama

Bocah di Seririt Meninggal Diduga Rabies, Enam Warga Lain Digigit Anjing yang Sama

Kasus bocah meninggal suspek rabies di Buleleng mengungkap masalah pelaporan gigitan anjing. Pemkab mendorong masyarakat segera melapor untuk mencegah korban baru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer