Dolar Naik, Harga Aspal Ikut Melonjak Tinggi. Program Pengaspalan Jalan di Buleleng Terancam Terpengaruh

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rencana pemeliharaan dan perbaikan jalan di Kabupaten Buleleng tahun 2026 menghadapi tantangan serius.
Kenaikan harga minyak mentah imbas kondisi geopolitik dan kenaikan nilai tukar dolar, berdampak langsung pada lonjakan harga aspal.
Hal itu memaksa Pemkab Buleleng memutar otak agar program perbaikan jalan tetap berjalan.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengungkapkan, harga aspal saat ini mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai sekitar 50 persen.
Kondisi tersebut membuat sejumlah rencana pekerjaan infrastruktur jalan terancam mengalami penyesuaian.
Menurutnya, lonjakan harga terjadi setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) ditetapkan.
Dalam perencanaan awal, harga aspal dipatok sekitar Rp 12 ribu per kilogram. Namun kini melonjak menjadi sekitar Rp 20 ribu per kilogram.
Akibat perubahan harga tersebut, Pemkab Buleleng harus mengevaluasi ulang spesifikasi pekerjaan agar proyek tetap bisa dilelang dan dikerjakan kontraktor.
“Apakah ruasnya dikurangi misalnya dari satu kilometer jadi 700 meter, atau semula tebal aspal 12 centimeter jadi 10 centimeter. Ini masih dipertimbangkan,” ujar Supriatna, Minggu (24/5/2026).



