
SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kematian mendadak puluhan babi peliharaan warga di Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, dalam dua bulan terakhir membuat peternak resah.
Sedikitnya 50 ekor babi milik peternak rumahan dilaporkan mati tanpa penyebab yang pasti.
Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DIstankan) Buleleng pun bergerak menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab kematian ternak tersebut.
Salah seorang peternak, Ida Kade Arnaka, mengaku khawatir wabah tersebut terus meluas. Menurutnya, kematian babi mulai terjadi sekitar dua bulan lalu dan hingga kini masih terus berlangsung.
"Banyak babi warga bertahan hanya dua hingga tiga hari sejak tidak mau makan kemudian mati," ujarnya.
Arnaka memperkirakan sedikitnya 50 ekor babi telah mati. Sebagian besar memiliki bobot antara 70 hingga 100 kilogram.
Jika dijual dalam kondisi normal, nilai setiap ekor babi berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta sehingga kerugian yang dialami para peternak diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Perbekel Desa Ularan, I Gusti Nyoman Suryawan, membenarkan adanya laporan kematian babi milik warga.
Namun, hingga kini pemerintah desa belum menerima data pasti mengenai jumlah ternak yang mati karena sebagian peternak belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi.



