Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Veteran Buleleng Minta Monumen Perjuangan Tak Sekadar Jadi Pajangan Sejarah

E
Penulis: Eka Prasetya❯
TATAP MUKA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat tatap muka dengan veteran di Buleleng. (Pemkab Buleleng)
TATAP MUKA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat tatap muka dengan veteran di Buleleng. (Pemkab Buleleng)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Monumen perjuangan tidak semestinya hanya menjadi bangunan yang dilewati atau dipandang setiap hari. 

Di balik setiap monumen terdapat cerita tentang pengorbanan, keberanian, bahkan nyawa yang dipertaruhkan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Advertisement

Hal itu diungkapkan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Buleleng, Nyoman Punduh saat kegiatan Tatap Muka Veteran dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ke-77 Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Punduh mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan hubungan dengan sejarah perjuangan para pendahulu. 

Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi yang membuat generasi sekarang semakin jauh dari pengalaman langsung para pejuang kemerdekaan.

Advertisement

Menurutnya, berbagai monumen dan tonggak sejarah perjuangan yang ada di Buleleng semestinya dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar penanda suatu peristiwa.

Keberadaan monumen tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mengkaji, sekaligus menghayati bagaimana rakyat Buleleng berjuang pada masa lalu.

Sebab, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak datang begitu saja. Perjuangan merebut dan mempertahankannya membutuhkan keteguhan, keberanian, tekad, serta patriotisme, terutama ketika para pejuang harus menghadapi kekuatan penjajah dengan persenjataan dan kemampuan tempur yang jauh lebih besar.

“Perjuangan tersebut membutuhkan keteguhan, tekad, keberanian, dan patriotisme tinggi dalam menghadapi kekuatan penjajah yang memiliki persenjataan serta kemampuan tempur yang tidak seimbang,” jelas Punduh.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja Dikebut. Saluran Drainase Diperlebar

Revitalisasi Jalan Diponegoro Singaraja mencapai 40 persen. Proyek senilai Rp 4,74 miliar ini mencakup pemasangan batu andesit, pelebaran drainase, dan lampu jalan.

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening Dinilai Jadi Percontohan Desa Antikorupsi KPK

Desa Mengening, Buleleng, menjalani penilaian sebagai calon desa percontohan antikorupsi 2026. Penilaian mencakup lima komponen utama dan 18 indikator tata kelola pemerintahan.

Krisis BBM di Buleleng: Nyaris 10 Jam Mengantre Demi 5 Liter Pertalite

Krisis BBM di Buleleng: Nyaris 10 Jam Mengantre Demi 5 Liter Pertalite

Pengalaman mengantre hampir 10 jam di SPBU Anturan saat krisis BBM Buleleng. Bertahan semalaman, saya akhirnya pulang dengan lima liter Pertalite.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer