Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memetik Persik di Pinggu, Menikmati Manis Buah dari Negeri Panda

E
Penulis: Eka Prasetya❯
KEBUN PERSIK: Suasana kebun persik di Distrik Pinggu, Kota Beijing, Tiongkok. Jurnalis Radar Buleleng mendapat kesempatan mengunjungi kebun tersebut, dan untuk pertama kalinya mencicipi buah persik. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
KEBUN PERSIK: Suasana kebun persik di Distrik Pinggu, Kota Beijing, Tiongkok. Jurnalis Radar Buleleng mendapat kesempatan mengunjungi kebun tersebut, dan untuk pertama kalinya mencicipi buah persik. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

Advertisement

 

Jurnalis Radar Buleleng, Eka Prasetya, mendapat kesempatan mengikuti program China International Press Communication Centre (CIPCC). Program ini diikuti 100 jurnalis dari 90 negara. Ia akan tinggal di Beijing, Tiongkok, hingga bulan Agustus. Berikut catatan perjalanannya.

ADA pengalaman yang sama sekali tidak masuk dalam bayangan saya ketika mengikuti rangkaian kunjungan China International Press Communication Center (CIPCC) di Distrik Pinggu, Beijing, awal Agustus lalu.

Advertisement

Bukan melihat laboratorium pertanian dengan teknologi canggih. Bukan pula menyaksikan mesin-mesin modern bekerja di tengah hamparan ladang.

Melainkan memetik buah persik. Lalu memakannya langsung dari pohonnya.

Bagi sebagian orang, barangkali itu pengalaman biasa. Namun bagi saya yang usia sudah mendekati kepala empat, ada satu fakta sederhana yang membuat momen tersebut terasa istimewa: itulah kali pertama saya mencicipi buah persik. Bukan dari rak supermarket, melainkan beberapa detik setelah dipetik dari pohonnya.

Advertisement

Sore itu, bus rombongan perlahan meninggalkan kawasan perkotaan Beijing dan memasuki pinggiran Distrik Pinggu. Pemandangan di balik kaca jendela seketika berubah.

Kebun-kebun persik bermunculan di kanan-kiri jalan. Pohon-pohonnya tidak terlalu tinggi. Namun nyaris setiap dahan dipenuhi buah berwarna merah muda kekuningan. 

Sebagian bersembunyi di balik rimbunnya daun. Sebagian lainnya menggantung terang, seolah sengaja memamerkan kematangannya.

Beberapa menit kemudian, bus berhenti di sebuah kebun.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Menyusuri Donggaocun Tiongkok, Kampung Halaman Biola yang Melahirkan Instrumen Kelas Dunia

Menyusuri Donggaocun Tiongkok, Kampung Halaman Biola yang Melahirkan Instrumen Kelas Dunia

Donggaocun di Distrik Pinggu, Beijing, dikenal sebagai Kampung Halaman Biola Tiongkok. Dari kawasan ini lahir ribuan biola yang diekspor ke berbagai negara dunia.

Dari Distrik Pinggu di Beijing, Makanan Halal Tiongkok Menembus Pasar Dunia

Dari Distrik Pinggu di Beijing, Makanan Halal Tiongkok Menembus Pasar Dunia

Zixingyuan di Distrik Pinggu, Beijing, mengembangkan makanan halal berbasis teknologi modern. Produknya kini menembus pasar Malaysia hingga Amerika Serikat.

Kisah Tentang Seorang Kolektor Rusia dan Seribu Akordion dari Kota Yining Tiongkok

Kisah Tentang Seorang Kolektor Rusia dan Seribu Akordion dari Kota Yining Tiongkok

Alexander Accordion Museum di Xinjiang menyimpan hampir seribu akordion dari berbagai negara. Museum ini menjadi bukti musik mampu menyatukan budaya dunia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer