Bencana Marak di Buleleng! Kebakaran Lahan Hingga Gelombang Pasang Mengancam

RadarBuleleng.id – Maraknya musibah bencana alam dan kebakaran di Bali dalam kurun sepekan terakhir memicu kewaspadaan tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat ada 15 titik bencana di Bali sepanjang 17–23 Agustus 2026.
Kabupaten Buleleng menjadi salah satu wilayah paling terdampak dengan rentetan insiden kebakaran hingga ancaman gelombang pasang.
Kepala BPBD Bali, I Gede Teja Bhusana, mengonfirmasi bahwa Buleleng mencatatkan empat titik musibah yang didominasi oleh kebakaran pemukiman, kebakaran lahan, serta terjangan abrasi pantai.
Di wilayah Buleleng, bencana kebakaran dipicu oleh kelalaian hingga faktor cuaca kering.
Insiden meliputi kebakaran rumah warga akibat percikan api dupa, musibah kebakaran rumah di Banjar Dinas Pegentengan, serta terbakarnya lahan vegetasi di kawasan Tibu Lesung.
Tak hanya ancaman si jago merah, wilayah pesisir Buleleng juga diterjang gelombang pasang dan abrasi air laut yang mengakibatkan kehancuran pada sejumlah perahu milik nelayan lokal.
"Kalau Buleleng ada empat titik. Ada tiga titik kebakaran dan satu bencana akibat gelombang pasang dan abrasi di Kecamatan Tejakula,” ujar Teja, Senin (24/8/2026).
Secara akumulatif di Bali, Badung mencatat 6 kejadian, Buleleng 4 kejadian, Jembrana 2 lokasi kebakaran lahan, Denpasar 2 lokasi (termasuk kebakaran di TPA Suwung), serta Karangasem 1 lokasi akibat korsleting listrik.



