Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskusi September Cerah: Mahasiswa Buleleng Sentil Pemkab Soal Fasilitas

F
Penulis: Francelino Junior❯
DISKUSI PUBLIK: Suasana diskusi elemen pemuda dan mahasiswa di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Buleleng, pada Minggu (20/9/2026). (Francelino Junior/Radar Buleleng)
DISKUSI PUBLIK: Suasana diskusi elemen pemuda dan mahasiswa di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Buleleng, pada Minggu (20/9/2026). (Francelino Junior/Radar Buleleng)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gabungan aliansi mahasiswa di Kabupaten Buleleng blak-blakan menyuarakan rasa kecewa usai pimpinan tertinggi daerah absen dalam agenda diskusi "September Cerah" yang digelar di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (20/9/2026) sore.

Ruang dialog terbuka yang digagas untuk membedah berbagai persoalan krusial di Bali Utara itu sedianya dihadiri langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya. Namun, kedua pimpinan daerah tersebut justru diwakilkan.

Advertisement

Sejumlah elemen gerakan mahasiswa yang terlibat dalam aksi dialog ini di antaranya Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Buleleng, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buleleng, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Buleleng, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Singaraja, serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Buleleng.

Tiga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus di Buleleng, yakni BEM Rema Undiksha, BEM STIE Satya Dharma, dan BEM Institut Mpu Kuturan juga turut hadir.

Dalam forum tersebut, perwakilan mahasiswa akhirnya menyampaikan rentetan aspirasi kepada jajaran pejabat yang hadir, yakni Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman; Wakil Ketua DPRD Buleleng, I Nyoman Gede Wandira Adi; Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata; serta Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa.

Advertisement

Koordinator Aksi, Komang Dia Damayanti, menegaskan bahwa gerakan "September Cerah" murni digulirkan untuk menyuarakan keresahan publik, mulai dari problem lingkungan, mitigasi bencana, kualitas pendidikan, hingga ketimpangan infrastruktur.

”Sebenarnya kami sedikit kecewa dengan respons pemerintah. Harapan awal kami bisa menyampaikan keresahan ini secara langsung kepada bupati dan ketua DPRD, namun hanya diwakilkan,” ungkap Dia Damayanti usai diskusi.

Ketua PC KMHDI Buleleng itu menyentil Pemkab Buleleng agar tak lagi memiringkan mata terkait pemerataan pembangunan. 

Ia menekankan bahwa kualitas sarana pendidikan dan infrastruktur di kawasan pelosok atau desa-desa terpencil wajib disetarakan dengan wilayah perkotaan.

Advertisement

Artikel Terkait

Tuntut UMP Bali 2027 Naik, Serikat Buruh dan Mahasiswa Sentil Anggota DPRD

Tuntut UMP Bali 2027 Naik, Serikat Buruh dan Mahasiswa Sentil Anggota DPRD

FSPM dan GMNI desak UMP Bali 2027 naik jadi Rp5,2 juta sesuai KHL. Pekerja sebut pengeluaran tinggi dan biaya adat bikin buruh tertekan.

Bawaslu Buleleng Edukasi Mahasiswa IMK, Tanamkan Etika dan Independensi Pemilu

Bawaslu Buleleng Edukasi Mahasiswa IMK, Tanamkan Etika dan Independensi Pemilu

Bawaslu Buleleng menggelar Bawaslu Membelajarkan Vol II di IAHN Mpu Kuturan. Mahasiswa dibekali pemahaman etika dan pengawasan Pemilu 2029.

Sasar Undiksha, KPU Buleleng Dorong Mahasiswa jadi Pemilih Cerdas 2029

Sasar Undiksha, KPU Buleleng Dorong Mahasiswa jadi Pemilih Cerdas 2029

KPU Buleleng menggelar sosialisasi pendidikan demokrasi di FHIS Undiksha. Mahasiswa didorong jadi agen pemilih cerdas persiapan Pemilu 2029.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer