Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Keberhasilan panen raya padi varietas unggul Bridantara 8 di kawasan kering Kecamatan Gerokgak membawa angin segar bagi sektor pertanian di Kabupaten Buleleng.
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, mendorong agar varietas padi tahan kering tersebut dapat ditanam dan dikembangkan secara masif di seluruh wilayah Bali utara.
Harapan tersebut disuarakan Ngurah Arya lantaran varietas ini terbukti tetap mampu berproduksi optimal dan menghasilkan panen melimpah meski ditanam pada musim kemarau di lahan dengan pasokan air terbatas.
Dalam uji coba dan panen di Kecamatan Gerokgak sebelumnya, padi Bridantara 8 mencatatkan rekor produktivitas yang fantastis, yakni mencapai 10,576 ton per hektare.
”Padi ini cukup unik dan sangat potensial, mampu menghasilkan 10 sampai 11 ton per hektare pada musim ini. Padahal, lokasinya berada di dataran rendah yang minim air dan hanya mengandalkan pasokan sumur bor,” ujar Ngurah Arya, Minggu (1/11/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, capaian ini menjadi bukti konkret bahwa lahan-lahan kering di Buleleng yang selama ini minim sumber irigasi teknis sejatinya memiliki potensi ekonomi luar biasa apabila dipadukan dengan varietas benih yang tepat.
Ngurah Arya berharap keberhasilan di Gerokgak dapat dijadikan pilot project atau percontohan bagi kelompok tani di kecamatan lain, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
”Melihat keberhasilan ini, kami berharap varietas Bridantara 8 dapat dikembangkan lebih luas oleh para petani di seluruh Buleleng. Mudah-mudahan varietas unggul ini memberikan dampak positif nyata bagi pendapatan petani serta mendukung penuh terwujudnya swasembada pangan nasional,” tegasnya. (*)



