SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng, Bali, telah berjalan sejak Mei 2025. Sebanyak 15 sekolah di Kecamatan Banjar menjadi penerima tahap pertama.
Hingga Oktober ini, program dari Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, sudah lima bulan dirasakan manfaatnya di Bali Utara, dengan berbagai tanggapan dari siswa dan orang tua.
Menu MBG di tiap sekolah berbeda setiap hari, namun tetap berpedoman pada prinsip empat sehat lima sempurna.
Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG bertanggung jawab menyediakan santapan bergizi dan lezat yang dikirim langsung ke sekolah, siap disantap saat jam istirahat pertama.
“Menunya banyak dan sering ganti. Buahnya juga beda-beda tiap hari, jadi bisa tahu banyak jenis buah. Yang dulu nggak suka, sekarang jadi suka karena makannya bareng teman,” kata Yashica Ravania, siswa SDN 3 Banjar Jawa.
Namun tidak semua pelajar sepakat. Ada pula yang menilai rasa hidangan MBG kadang enak, kadang biasa saja.
Apalagi, sempat muncul menu MBG “minimalis” yang viral di media sosial, hingga menyebabkan penghentian sementara operasional SPPG penyalur.
Meski begitu, sebagian besar siswa tetap bersyukur. Program ini dinilai meringankan beban orang tua karena anak-anak tak perlu lagi membawa uang jajan setiap hari.
“Sajian kelihatannya enak, tapi rasanya kadang kurang pas. Ekstra menunya juga sedikit,” ungkap Gabriel Setiawan, siswa SDN 1 Baktiseraga.
Para orang tua pun menyambut positif program MBG. Mereka merasa terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus menghemat waktu menyiapkan bekal setiap pagi.
Menurut Dwi Lestari, salah satu wali murid, program MBG membantu anak-anak mengenal lebih banyak jenis buah, sayur, dan sumber protein.
“Sekarang anak saya cukup bawa snack seperti roti atau pancake dari rumah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Andreas Suryanto, wali murid lainnya. Ia mengatakan, sejak adanya makan gratis ini, anaknya tidak lagi minta uang jajan setiap hari.
“Walaupun rasanya kadang tidak terlalu enak, tetap dimakan dan disyukuri anak saya,” katanya.
Di Kabupaten Buleleng, terdapat 16 dapur MBG yang aktif menyalurkan program MBG. Total penerima manfaat mencapai 37.102 siswa, mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK dan sederajat.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata menjelaskan, pendistribusian MBG sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng. Pemerintah daerah hanya berperan memberikan data dan melakukan pengawasan.
“Kami hanya memberikan data dan mengawasi penyaluran. Untuk capaian pendistribusian, ranahnya di BGN,” terangnya.
Sebagai informasi, peluncuran perdana MBG dilakukan di SDN 1 Dencarik pada Senin (19/5/2025), sedangkan penyaluran terbaru berlangsung di SDN 2 Ringdikit dan SDN 4 Patemon pada Senin (27/10/2025). (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya