Ini Identitas Wanita yang Ditemukan Tewas di Pantai Yeh Gangga, Polisi: Karena Minim Saksi….
Juliadi Radar Bali• Minggu, 14 Januari 2024 | 00:05 WIB
Mayat perempuan yang ditemukan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan.
radarbuleleng.id– Identitas mayat perempuan yang ditemukan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan akhirnya terkuak.
Korban diketahui bernama Ni Putu Wulan Septiari, 19, asal Payangan Marga, Tabanan.
“Apakah karena menenggelamkan diri ke laut (bunuh diri) atau memang tenggelam saat mandi, ini tidak bisa kami simpulkan karena minim saksi di lapangan,” ujar Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sumantara, dihubungi Sabtu (13/1).
Jika merujuk dari hasil pemeriksaan visum yang dikeluarkan oleh RSUD Tabanan, bahwa korban dicurigai meninggal karena tenggelam. Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka ataupun lebam pada tubuh korban.
Kemudian adanya busa di mulut (frothy cone) adalah tanda khas dari korban tenggelam diikuti pula dengan kondisi telapak tangan dan kaki keriput. Begitu pula dengan hasil pemeriksaan inafis Polres Tabanan menyatakan hal yang sama.
“Tapi sekali lagi kami tidak dapat simpulkan apakah korban tenggelam atau bunuh diri di laut,” jelasnya.
Saat ini dari pihak keluarga korban Ni Putu Wulan Septiari tidak menuntut apapun. Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima secara ikhlas dengan kematian korban serta menganggap hal tersebut sebagai musibah.
Pihak keluarga juga menolak dilakukan otopsi pada jenazah korban.
“Pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan tidak melanjutkan kasus ini,” pungkasnya.
Seperti diketahui sosok mayat perempuan ditemukan tak bernyawa di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, pada Jumat (12/1).
Mayat perempuan dalam kondisi tewas di pinggir pantai sontak membuat heboh para nelayan warga sekitar Pantai Yeh Gangga.
Penemuan mayat itu diketahui pertama kali oleh petugas kebersihan pantai. Ketika bersih pantai dilakukan di depan Restaurant Yeh Gangga Beach Club, saksi mengira korban (mayat perempuan) sedang berjemur. Tetapi setelah di dekati, korban malah tidak bergerak. ***