RadarBuleleng.id - Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) ditemukan terdampar di pesisir Pulau Bali.
Sayangnya penyu tersebut telah ditemukan dalam kondisi mati. Belum diketahui secara pasti penyebab matinya penyu tersebut.
Tim gabungan berencana melakukan proses nekropsi atau pembedahan terhadap penyu itu, dengan harapan dapat mengetahui penyebab matinya hewan tersebut.
Satwa dilindungi itu ditemukan di pesisir Pantai Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, pada Rabu (21/2/2022).
Bangkai penyu itu ditemukan sekitar pukul 10.30 pagi tadi. Penyu ditemukan I Ketut Wirama, 54, warga setempat.
Tadinya dia sedang menjaring ikan. Tiba-tiba dia melihat sebuah benda yang teronggok cukup besar.
"Awalnya saya kira batu. Saat saya dekati ternyata penyu yang sudah mati," ujarnya.
Temuan tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Mendoyo. Selanjutnya, laporan itu diteruskan kepada Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, serta Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Tim dari BKSDA dan PSDKP kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan penyu.
Selanjutnya bangkai penyu dibawa untuk nekropsi atau pembedahan untuk mengetahui secara pasti penyebab matinya penyu.
Koordinator Satuan Kerja (Satker) PSDKP Jembrana, Andri Purna Jatmiko mengatakan, penyu tersebut telah dibawa oleh tim dokter dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI).
"Jenis penyu hijau, masih belum tau penyebab kematiannya," ujarnya.
Rencana pihak JSI akan melakukan nekropsi penyu hijau untuk memastikan penyebab kematian penyu.
"Dari pemeriksaan luar tidak ada luka dan belum membusuk," terangnya. (*)
Editor : Eka Prasetya