RadarBuleleng.id - Gempa bumi menggoyang wilayah Provinsi Bali. Bahkan dalam sehari, ada 8 kali getaran yang tercatat.
Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan penelusuran terkait laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Hingga Kamis (22/2/2024) sore, belum ada laporan kerusakan yang tercatat akibat gempa tersebut.
Peristiwa gempa itu terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana. Sepanjang Kamis dini hari hingga pagi, tercatat ada 8 kali gempa.
Rata-rata gempa tersebut terjadi magnitude sekitar 2,3 skala richter. Getaran tertinggi terjadi dengan kekuatan 3,2 skala richter.
Koordinator Analisa dan Prakiraan Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali, Made Dwi Wiratmaja mengakui ada gempa ringan yang tercatat. Seluruhnya ada pada rentang 2-3 skala richter.
"Belum ada informasi dampak gempa dari BPBD sampai saat ini," ujarnya.
Melihat dari getarannya, ia menduga getaran tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat bahwa telah terjadi gempa.
Ditambah lagi peristiwa gempa itu terjadi pada dini hari dengan intesitas ringan. Sehingga tidak semua masyarakat merasakan gempa yang terjadi.
"Perlu dicatat dan menjadi perhatian gempa yang terjadi tersebut tidak berpotensi tsunami," tegasnya.
Data BMKG juga menunjukkan titik pusat gempa masih bersesuaian dengan kejadiaan gempa sebelumnya.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi dan laporan adanya dampak terhadap bangunan yang ada di wilayah Jembrana, maupun dampak pada korban jiwa. "Belum ada laporan," ujarnya.
Namun pihaknya tetap melakukan pemantauan dan siaga apabila ada informasi dampak gempa.
"Dengan kejadian gempa yang sering terjadi beberapa hari ini, kami imbau masyarakat untuk selalu waspada," terangnya. (*)
Editor : Eka Prasetya