RadarBuleleng.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengeluarkan peringatan dini bagi seluruh wilayah Bali. Termasuk Kabupaten Buleleng.
Peringatan dini itu dikeluarkan menyusul peralihan musim yang terjadi di Bali.
Peralihan musim itu dikhawatirkan memicu cuaca ekstrem. Sehingga menyebabkan hujan lebat yang dapat memicu bencana banjir, tanah longsor, gelombang pasang, hingga angin puting beliung.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin mengatakan, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus 2024.
Hanya saja peralihan musim dari musim hujan menuju musim kemarau perlu diantisipasi.
Peralihan musim itu dapat memicu hujan lebat serta angin kencang. Kombinasi hujan lebat dan angin kencang, tentu saja dapat memicu bencana.
Bukan hanya bencana, hujan lebat dan angin kencang juga dapat memicu munculnya penyakit. Salah satunya demam berdarah.
Rentin menyatakan, BPBD Bali meminta masyarakat agar melakukan langkah pencegahan terhadap potensi bencana alam.
Apabila peralihan musim terlewati, masyarakat juga diminta segera bersiap mengantisipasi terjadinya musim kemarau.
Menurut Rentin, musim kemarau tahun ini akan melampaui normal. Itu berarti curah hujan bisa saja lebih rendah dari biasanya. Bahkan bisa mendekati kondisi yang terjadi pada tahun 2023 lalu.
"Lebih mengoptimalkan penampungan air pada sisa musim hujan, untuk memenuhi danau, waduk, embung dan tempat penyimpanan air lainnya," kata Rentin.
Khusus untuk lahan pertanian, ia menghimbau agar petani dapat lebih bijak menggunakan air. Sehingga tanaman, khususnya tanaman pangan, dapat dipanen dengan optimal. (*)
Editor : Eka Prasetya