RadarBuleleng.id - Viral di media sosial video seorang pria asal Bali menghitung gaji yang diperoleh selama sebulan bekerja di Jepang.
Video itu diunggah oleh akun facebook dengan nama Nanang Tu Krisna.
Akun itu merupakan milik seorang warga asal Jembrana yang kini merantau sebagai petani di Jepang.
Krisna menulis penjelasan dalam video tersebut. “Biar tidak penasaran berapa kisaran gaji kerja di pertanian sayur khususnya, mari hitung sama-sama gaji 1 bulan libur 4 kali, jadi 27 hari kerja,” tulis Krisna.
Dalam video itu juga dia sempat memberikan penjelasan kepada penonton menggunakan bahasa Bali.
“Kude sebenarne maan gaji di Jepang. Pang sing tanda tanya liu. Ade ne ngoraang 35, ade 30, ade 40,” katanya.
Bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya kurang lebih: “Berapa sebenarnya dapat gaji di Jepang. Biar tidak banyak pertanyaan. Ada yang bilang Rp 35 juta, ada yang bilang Rp 30 juta, ada yang bilang Rp 40 juta,” ujarnya.
Krisna kemudian membuka amplop berwarna putih. Di dalam amplop tersebut terdapat 26 lembar uang dalam pecahan 10ribu yen, serta 8 keping uang koin.
Setiap lembar uang 10 ribu yen, memiliki nilai Rp 1 juta. Tepatnya Rp 1.051.000. Sementara uang koin yang ditunjukkan tidak jelas berapa nilainya. Namun ia menyebut seluruh koin itu bernilai Rp 80 ribu.
Setelah menghitung uang tersebut, Krisna mengaku gajinya dalam sebulan sebanyak Rp 26,08 juta. Gaji itu merupakan gaji selama 27 hari kerja di sektor pertanian.
Video itu pun menuai beragam komentar dari pengguna media sosial facebook.
Salah satunya Kadek Sri Yul****** yang menulis “Mirip gajinya sama di Eropa. Tapi di sini kita nerima lewat bank dan sudah dipotong pajak. Biasanya pajak ditanggung perusahaan,” tulisnya.
Ada pula akun Deksoen van A**** yang meminta Ngurah Tu Krisna memberitahu netizen berapa banyak pengeluarannya dalam sebulan.
Ngurah Tu Krisna mengaku menghabiskan gajinya sekitar 100 ribu yen atau sekitar Rp 10 juta untuk biaya makan dan biaya hidup lain-lain.
Akun Cha*** juga berkomentar positif. “Semangat pejuang devisa, mogi rahayu,” tulisnya.
Sementara akun lainnya, yakni Jhon Be***** berkomentar lebih bijak.
Dia menulis “Ane kene be ngaenang dot ke Jepang anake. Be ked di Jepang nyebak nepukin gaene nagih mulih,” tulisnya.
Bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, komentar itu berarti: “Hal seperti ini yang membuat orang-orang ingin bekerja ke Jepang. Sudah sampai di Jepang, nangis melihat pekerjaan minta pulang,” katanya.
Ngurah Tu Krisna sendiri diketahui kerap membuat konten keseharian saat ia bekerja di Jepang.
Dia bekerja di sebuah green house yang digunakan menanam sayur mayur. Dia juga bekerja bersama beberapa temannya yang lain, yang juga berasal dari Bali. (*)
Editor : Eka Prasetya