Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diduga Rabies! Anjing Mengamuk, Terkam 8 Warga di Bali

Muhammad Basir • Senin, 29 April 2024 | 01:24 WIB

 

Ilustrasi kasus gigitan anjing rabies di Jembrana Bali.
Ilustrasi kasus gigitan anjing rabies di Jembrana Bali.

RadarBuleleng.id - Kasus rabies di Bali masih mengkhawatirkan. Sebab penyakit anjing gila itu bisa menular pada manusia hingga berujung kematian.

Kasus anjing yang diduga rabies dan tiba-tiba mengamuk serta menggigit warga juga masih sering dilaporkan terjadi di Bali.

Terbaru, kasus anjing mengamuk terjadi di Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Seekor anjing dilaporkan mengamuk pada Jumat (26/4/2024) sore. Anjing tersebut kemudian menggigit 8 orang warga.

Kasus serangan anjing liar yang diduga rabies itu terjadi di Banjar Melaya Pantai. 

Anjing tersebut menyerang warga di Banjar Pangkung Melaya Pantai, Pangkung Dedari, dan Pangkung Tanah.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana telah mendatangi lokasi gigitan tersebut. Sayangnya, anjing yang mengamuk tidak ditemukan.

"Kami sudah lakukan pendataan korban dan meminta warga yang digigit untuk datang ke puskesmas mendapat penanganan medis," jelasnya, Minggu (28/4/2024).

Salah seorang warga yang menjadi korban adalah Ni Wayan Budiarni. Dia mengalami luka cukup parah karena diterkam pada wajah dan kaki.

Budiarni mengatakan, dirinya tiba-tiba diterkam anjing liar saat membuka pintu rumahnya. Akibat terkaman anjing liar tersebut, korban mendapatkan 24 jahitan. 

Korban lainnya, I Ketut Ningga, digigit di bagian kepala hingga harus mendapatkan 11 jahitan. 

Tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, sudah mendatangi para korban. Dinas Pertanian juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jembrana, agar para korban mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Kabid Keswan dan Kesmavet I Wayan Widarsa mengatakan, pihaknya sudah menugaskan jajarannya untuk melakukan penanganan terhadap laporan amukan anjing liar. 

Karena berdasarkan informasi yang diterima, anjing yang sama mengamuk dengan menggigit warga dalam dua hari berturut turut, sehingga diduga sudah rabies. 

"Biasanya kalau anjing rabies, tiga atau empat hari setelah menggigit mati," ungkapnya.

Sebagai upaya antisipasi, para korban gigitan anjing sudah disuntikkan VAR. 

Selain itu, anjing atau hewan penular rabies yang ada di sekitar lokasi juga akan ditangani dengan vaksinasi atau eliminasi apabila ada anjing liar yang dicurigai kontak dengan anjing rabies. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #jembrana #anjing #rabies