RadarBuleleng.id - Bentrok antar kelompok warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT), pecah di Bali.
Bentrok kelompok tersebut terjadi gegara salah paham saat pertandingan persahabatan futsal sesama warga perantau asal NTT. Pertandingan itu dibalut lewat turnamen Fun Futsal Rantauan Cup 2024.
Peristiwa bentrok itu terjadi di Freedom Futsal Arena, Jalan Batu Ngongkong, Lingkungan Angga Swara, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, pada Minggu (5/5/2024) lalu.
Kericuhan bermula saat Tim Maliti Indah berhadapan dengan tim Satu Darah FC.
Tetiba terjadi pemukulan dalam pertandingan tersebut. Pemain dari Tim Maliti Indah diduga memukul pemain dari Satu Darah FC.
Sebenarnya masalah tersebut telah diselesaikan oleh wasit. Sehingga pertandingan berlanjut hingga usai.
Ternyata masalah itu masih berlanjut di luar lapangan. Pemain Satu Darah FC menghubungi keluarganya.
Kedua belah pihak sempat berusaha melakukan mediasi. Namun mediasi berlangsung alot.
Alih-alih damai, kedua kelompok malah terlibat aksi lempar batu yang mengakibatkan beberapa orang luka-luka.
Begitu menerima laporan terjadinya keributan di arena futsal tersebut, polisi pun bergerak cepat.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira mengatakan, begitu mendapat informasi terjadinya ricuh, pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pihaknya kemudian mengarahkan korban untuk melapor ke kantor polisi.
Polisi juga bergerak melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti.
Menurut Yudistira, pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.
Keduanya berinisial AG dan AB. Namun, polisi belum menjelaskan peran dari masing-masing tersangka. Alasannya, masih dalam pengembangan.
"Masih pengembangan, tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka-tersangka lain," kata Yudistira, kemarin (7/5/2024).
Yudistira berharap masing-masing pihak bisa menahan diri dan mempercayakan kasus tersebut kepada kepolisian.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan melibatkan orang banyak, agar mengajukan izin kepada polisi.
Apabila ada izin, pihaknya pun bisa melakukan cegah dini. Sehingga tidak sampai terjadi kericuhan.
"Khusus pertandingan ini, tidak mengantongi izin," tutupnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya