radarbuleleng.id - Pembangunan jembatan sungai Tukadaya penghubung Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya dan Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana Bali, ditargetkan pengerjaan pada tahun 2025 mendatang.
Jembatan penghubung dua banjar di Kecamatan Melaya dan Kecamatan Banyubiru tersebut, salah satu jembatan yang putus karena banjir bandang pada bulan Oktober 2022 lalu. Setahun lebih berlalu, jembatan belum diperbaiki.
Kerusakan jembatan pada landasan jembatan yang miring di sisi barat, karena pada sayap jembatan tergerus air hingga putus.
Awalnya, hanya sebagian kecil sayap jembatan yang ambrol, sempat diperbaiki namun kembali rusak.
Terparah pada saat banjir bandang, membuat sayap jembatan putus total hingga landasan jembatan miring.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Jembrana I Wayan Sudiarta mengatakan, perbaikan jembatan harus membongkar dulu seluruh bagian jembatan, kemudian dibangun ulang dengan struktur bangunan lebih kokoh untuk mengantisipasi banjir yang bisa merusak jembatan.
Pembangunan jembatan awalnya direncakan tahun anggaran 2023 lalu, namun karena waktu pengerjaan terlalu sempit, tidak memungkinkan dikerjakan.
Anggaran tahun 2023 lalu, rencananya menggunakan bantuan keuangan khusus (BKK) Badung di APBD perubahan.
"Tahun lalu, ada anggaran BKK Badung tapi tidak memungkinkan karena di perubahan," ujarnya.
Sedangkan tahun anggaran 2024 ini, APBD Jembrana sudah dialokasikan untuk kegiatan prioritas, maka ditunda lagi untuk pembangunan jembatan tahun 2025 mendatang.
Diperkirakan pembangunan jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp 6 miliar, karena jembatan harus dibangun ulang.
" Tahun 2024 ini tidak memungkinkan. Ada prioritas yang harus dikerjakan lebih dulu. Akan di selesaikan Tahun 2025," tegasnya.
Mengenai sumber anggaran tergantung ketersediaan anggaran yang dialokasikan dana alokasi khusus (DAK) pusat, APBD atau bersumber dari BKK baik Provinsi atau Badung.
"Tergantung anggaran mana yang tersedia, tahun 2025 selesai," tegasnya. ***
Editor : Donny Tabelak