RadarBuleleng.id - Organisasi kemasyarakatan Patriot Garuda Nusantara (Ormas PGN) kini tengah jadi sorotan.
Ormas tersebut jadi sorotan setelah mereka melakukan pembubaran terhadap diskusi publik yang digelar People’s Water Forum (PWF) di Hotel Oranjje, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, pada Senin (20/5/2024).
Aksi pembubaran diskusi publik itu diikuti dengan blokade ke Hotel Oranjje. Dampaknya peserta maupun pembicara diskusi yang datang, tidak bisa masuk ke lokasi kegiatan.
Sebaliknya panitia dan peserta diskusi yang menginap di hotel tersebut, tidak bisa keluar. Bahkan untuk sekadar membeli air minum.
Bagaimana sebenarnya sepak terjang ormas PGN di Bali. Berikut hasil penelusuran RadarBuleleng.id:
19 Desember 2018
Ormas Patriot Garuda Nusantara menggelar aksi demo tandingan yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di parkir timur Monumen Bajra Sandhi Renon.
PGN Wilayah Bali dan AMP melakukan aksi demo tandingan, untuk mencegah langkah AMP melakukan aksi di depan Konsulat Amerika Serikat di Bali.
PGN dan AMP sempat saling berbalas orasi. Polisi kemudian membubarkan aksi kedua kelompok tersebut.
19 Agustus 2019
Ormas PGN mendatangi Polda Bali. Mereka hendak melaporkan Ustad Abdul Somad ke polisi.
PGN menyebut Ustad Abdul Somad melakukan penistaan agama terhadap agama Kristen lewat ceramah-ceramahnya.
Sayangnya laporan itu kandas. Polda Bali menganggap laporan yang disampaikan ormas PGN belum memenuhi syarat.
1 Desember 2021
Ormas PGN terlibat bentrokan dengan Aliansi Mahasiswa Papua di Jalan Raya Puputan.
Ormas itu disebut menghadang massa AMP yang tengah melakukan long march menuju Konsulat Amerika di Bali.
Akibatnya, massa dari AMP maupun PGN sama-sama mengalami luka.
1 April 2023
Ormas PGN kembali terlibat bentrok dengan AMP. Saat itu AMP melakukan aksi demo di Jalan DR. Gorris Denpasar, guna menyuarakan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.
Kedua kelompok sempat terlibat aksi saling pukul menggunakan batang kayu dan bambu.
Selanjutnya kedua kelompok juga peristiwa saling lempar batu. Akibat peristiwa ada 6 orang yang mengalami luka-luka.
20 Mei 2024
Ormas PGN melakukan aksi pembubaran diskusi publik yang digelar oleh People’s Water Forum (PWF).
Ormas masuk ke dalam ruang diskusi di Hotel Oranjje, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, lalu mengusir peserta dan panitia yang ada di dalam ruangan.
PGN juga memblokade hotel tersebut selama beberapa waktu. Sehingga akses peserta diskusi dan panitia diskusi menjadi terbatas. (*)
Editor : Eka Prasetya