RadarBuleleng.id - Langkah yang dilakukan mahasiswa di Bali ini cukup unik dan berani. Mereka membuat es cendol sebagai sumber penghasilan.
Lazimnya cendol dibuat dengan tepung yang diwarnai menggunakan daun pandan.
Namun mahasiswa ini membuat cendol dari bahan berbeda. Yakni dari ikan kembung.
Hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa dari Fakultas Kesehatan dan Sains dari Prodi Ilmu Gizi, Universitas Dhyana Pura, Bali.
Ikan kembung dijadikan bahan dasar cendol yang diracik dengan beberapa bahan lain, sehingga menjadi makanan yang unik.
Ide itu dicetuskan oleh I Komang Praskadewa, mahasiswa di Universitas Dhyana Pura.
Baca Juga: Edukasi Tata Rias, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Gelar “Beauty Class”
Praskadewa mengatakan, cendol berbahan dasar ikan kembung itu dilakukan karena beberapa alasan, salah satu yang paling penting adalah untuk pencegahan stunting.
Menurutnya ikan kembung sendiri memiliki kandungan protein yang tinggi dari beberapa jenis ikan lainnya.
"Kami memilih ikan Kembung karena ikan Kembung memiliki kandungan gizi tinggi. Kalau cendol biasa kandungan proteinnya masih kurang," Praskadewa saat ditemui di Denpasar, kemarin (25/5/2024).
Produk itu kemudian diberi nama Cembung yang merupakan singkatan dari Cendol Ikan Kembung.
Cendol itu dibuat sedemikian rupa dengan campuran susu almond. Sementara untuk memunculkan warna hijau, menggunakan daun pandan.
"Ada campuran tepung kanji juga. Pewarna kami pakai pewarna alami dari daun pandan," tambahnya.
Cendol itu sudah mulai dikreasikan sejak 2023 lalu. Salah satu tantangan utamanya adalahnya menghilangkan aroma amis dari ikan.
Hingga akhirnya saat ini olahan cendol tersebut sudah bisa bersaing dengan rasa cendol pada umumnya.
Es cendol produksi para mahasiswa tersebut dikemas dalam botol berukuran sedang.
"Ini masih dalam pengembangan. Belum bisa produksi massal. Karena dulu awal2 masih ada amis-amisnya. Tapi ini sekarang sudah lumayan bagus," ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya