RadarBuleleng.id - Lama tak terdengar kabarnya, vokalis dan gitaris dari band Zat Kimia, Ian J. Stevenson kini membentuk band baru.
Band itu diberi nama Galiju. Nama itu merujuk pada studio rekaman milik Ian. Yakni singkatan dari Gang Lima dan Tujuh yang menjadi nomor studi milik Ian.
Di band tersebut, Ian berkolaborasi dengan beberapa musisi yang sudah punya nama di Indonesia.
Sebut saja Reza Achman yang pernah bermain bersama band Matajiwa. Reza dipercaya mengisi drum.
Sementara posisi bass diisi oleh Rangga. Dia pernah bermain bersama band metal asal Bandung.
Bersama band barunya, Ian Stevenson langsung menelurkan sebuah album baru yang diberi nama “Resonant”.
Uniknya album baru ini dirilis dalam bentuk kaset pita. Hal itu menjadi anomali. Mengingat selama ini band-band lebih banyak merilis album mereka secara digital.
Kalau toh ada rilisan fisik, biasanya berbentuk CD atau piringan hitam. Sementara rilisan fisik berbentuk kaset sudah lama ditinggalkan.
Dalam album tersebut, Galiju merilis delapan lagu. Album itu resmi dirilis ke publik pencinta musik rock nasional di Orchard, Nakula, Seminyak Kuta, Badung pada Sabtu (25/5/2024) lalu.
Drummer Galiju, Reza Achmad mengatakan, band tersebut terbentuk sejak awal pandemi covid-19 lalu.
Saat itu, sebagai seniman mereka kekurangan wadah berekspresi karena terkungkung aturan ketat covid-19.
Untuk membunuh rasa bosan, dia lalu mengajak Ian Stevenson membuat sebuah project musik.
"Yang pasti saya sama Ian awalnya mau bikin sesuatu yang musiknya bersemangat dan ada elemen Indonesia-nya. Sehingga dalam ritem lagu kami ada elemen Indonesia dengan mengusung genre rock," kata Reza kepada awak media.
Album Resonant sejatinya sudah tuntas direkam sejak 2022 lalu. Namun mereka memilih menunda merilis album tersebut ke publik.
Salah satu alasan utama, dikarenakan Ian saat itu sedang mengalami masalah kesehatan. Hingga akhirnya album tersebut dirilis kemarin.
Lebih lanjut Reza Achmad mengatakan, mereka bertiga sengaja merilis album dalam bentuk musik pita.
Keputusan tersebut diambil agar karya mereka menjadi bagian dari koleksi penting para pecinta musik rock.
“Kita rilis dalam bentuk kaset pita sebanyak 50 keping. Album ini berisi 8 lagu," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ian Stevenson mengungkap jika dirilisnya album ini dalam bentuk kaset pita karena sebenarnya disasar untuk para kolektor.
Faktanya, selain dirilis dalam format kaset pita, karya mereka juga dirilis pada sejumlah platform digital.
"Kaset ini sebenarnya sasarannya untuk kolektor," kata Ian.
Album kaset pita ini dijual dengan harga relatif terjangkau. Yakni hanya Rp75 ribu per keping-nya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya