RadarBuleleng.id - Keberadaan fasilitas pemadam kebakaran di Bali masih jomplang. Apalagi di wilayah kepulauan.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Nusa Penida. Armada pemadam kebakaran hanya tersedia di Nusa Penida.
Dampaknya ketika terjadi kebakaran di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, kebakaran sulit tertangani.
Seperti yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jungutbatu, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida.
TPA tersebut mengalami kebakaran, pada pukul 13.00, Senin (27/5/2024).
Baca Juga: TPA Bengkala Terbakar, Warga Kubutambahan Keluhkan Asap
Sayangnya proses pemadaman tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Sebab tidak ada armada pemadam kebakaran di Pulau Nusa Lembongan.
Alhasil proses pemadaman hanya bisa dilakukan dengan peralatan seadanya.
Personel kepolisian hanya memukul-mukulkan ranting ke api. Dengan harapan api tersebut padam.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta mengungkapkan, api diperkirakan muncul dari tumpukan sampah yang sudah mengering di TPA Jungutbatu.
Baca Juga: Sempat Dikeluhkan Warga Kubutambahan karena Asap, Ternyata Luas Kebakaran TPA Bengkala Capai 50 Are
Api langsung melahap tumpukan sampah seluas 50 are dari total luasan lahan sekitar 70 are.
“Upaya penanganan kebakaran TPA di Desa Jungutbatu dilakukan personel Polsubsektor Lembongan dan Bhabinkamtibmas Desa Jungutbatu menggunakan alat seadanya guna mengantisipasi meluasnya kebakaran,” terangnya.
Polisi sebenarnya berencana melakukan proses pemadaman dengan menyemprotkan air.
Masalahnya di sekitar TPA Jungutbatu tidak tersedia sumber air. Sehingga proses pemadaman api semakin sulit dilakukan.
Polisi pun khawatir api semakin meluas. Sehingga mengganggu aktivitas warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Nusa Lembongan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya