RadarBuleleng.id - Pemerintah akan mengatur pola operasional bendungan-bendungan yang ada di Buleleng sepanjang musim kemarau.
Pola operasional akan diatur sedemikian rupa, mengingat pada musim kemarau debit air di bendungan berpotensi turun dengan drastis.
Saat ini ada 3 bendungan di Buleleng. Masing-masing Bendungan Gerokgak, Bendungan Titab, dan Bendungan Tamblang.
Baca Juga: Lapor Pak! 28 Desa di Buleleng Rawan Kekeringan saat Musim Kemarau
Dari ketiga bendungan tersebut, debit air di Bendungan Gerokgak sempat merosot secara drastis pada kemarau tahun lalu.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida memastikan akan mengatur pola air bendungan.
Tujuannya agar pasokan air tetap terjaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk memenuhi kebutuhan air para petani sepanjang musim kemarau.
“Kami memastikan untuk mengisi semua waduk atau tampungan air supaya saat kemarau bisa memenuhi kebutuhan,” kata Kepala BWS Bali-Penida Kementerian PUPR Muhammad Noor sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Lapor Pak! 28 Desa di Buleleng Rawan Kekeringan saat Musim Kemarau
Menurutnya sepanjang musim hujan, pintu air sebenarnya sudah diatur. Tujuannya agar suplai air bisa digunakan secara efisien.
“Kami selalu memonitor perkiraan cuaca atau iklim dari BMKG,” ucapnya.
Selain ketiga bendungan itu, sebenarnya ada bendungan lain yang dikelola BWS Bali Penida. Masing-masing Bendungan Benel, Palasari, Telaga Tunjung, dan Bendungan Sidan yang kini masih tahap konstruksi.
Berdasarkan prakiraan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, bulan ini merupakan peralihan antara musim hujan ke musim kemarau.
Puncak musim kemarau di Bali terjadi pada Agustus 2024 dengan 95 persen daerah di Bali sudah memasuki kemarau.
Adapun awal musim kemarau di Bali terjadi pada minggu kedua Maret di Pulau Nusa Penida.
Sedangkan, wilayah yang diperkirakan paling terakhir memasuki kemarau adalah Tabanan bagian utara, Badung bagian utara, dan Gianyar bagian utara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya