Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perkuat Tanaman Pangan di Bali Utara, Tiga Jaringan Irigasi di Buleleng Direhabilitasi

Francelino Junior • Sabtu, 1 Juni 2024 | 05:05 WIB

 

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra. Buleleng akan memperbaiki jaringan irigasi di tiga wilayah, untuk memperkuat pengolahan tanaman pangan.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra. Buleleng akan memperbaiki jaringan irigasi di tiga wilayah, untuk memperkuat pengolahan tanaman pangan.

SINGARAJA-Sebanyak tiga jaringan irigasi yang ada di Kabupaten Buleleng, direhabilitasi pada tahun 2024 ini.

Tujuannya, untuk memperkuat pengolahan tanaman pangan yang ada di Bali utara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan pihaknya di tahun 2024 ini mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Adiptha mengatakan DAK tersebut akan digunakan memperkuat jaringan irigasi yang tersebar di tiga wilayah di Kabupaten Buleleng.

Targetnya, Daerah Irigasi (DI) Banyupoh di Kecamatan Gerokgak, DI Ambengan Banjar di Kecamatan Banjar, dan DI Tangis di Kecamatan Sawan. 

Langkah rehabilitas jaringan irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem irigasi, serta mendukung peningkatan produksi pertanian.

Menurut Adiptha, jaringan irigasi di Buleleng cukup unik, karena saat musim hujan air di sistem irigasi malah meluber kemana-mana, sedangkan saat musim kemarau air malah tidak ada.

Kepala Dinas PUTR Buleleng ini mengungkapkan bila program rehabilitasi ini sudah masuk tahap tender. Anggarannya pun sebesar Rp 5 miliar. 

Yang proyek ini memperbaiki jaringan irigasi sepanjang 1.500 meter, yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di Bali utara.

Penandatanganan kontrak tender akan dilaksanakan segera mungkin, dengan estimasi pengerjaan selama lima bulan atau rampung pada November 2024.

“Banyak kerusakan pada jaringan irigasi, ini mengakibatkan air tidak sampai ke sawah. Sehingga kerusakan ini akan diperbaiki, untuk memastikan distribusi air lebih efisien. Hal ini akan menjaga kontinuitas air, juga memungkinkan pola tanam petani menjadi lebih teratur,” jelasnya pada Jumat (31/5) siang.

Adiptha mengatakan, program rehabilitasi jaringan irigasi tidak akan berhenti pada tiga daerah irigasi tersebut.

Melainkan akan mengusulkan juga program serupa untuk perbaikan di wilayah Kecamatan Seririt, Gerokgak, dan Kubutambahan. 

Alasannya, jaringan irigasi di wilayah-wilayah tersebut  sering kali tidak berfungsi dengan baik. Malah ada kerusakan yang bersifat teknis.

Selain Buleleng juga didukung oleh tiga bendungan besar, yakni Bendungan Gerokgak di Kecamatan Gerokgak, Bendungan Titab-Ularan di Kecamatan Busungbiu-Seririt, dan Bendungan Danu Kerthi di Kecamatan Sawan.

“Kita harus pertahankan Buleleng sebagai daerah pertanian. Karena banyak sawah beralih fungsi lahan. Padahal sawah itu bisa menjaga ketahanan pangan,” tandasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#irigasi #saluran irigasi #pangan #pupr