Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bangun Akses Menuju Bandara, Koster Usul Kereta Api Lintas Bali

Eka Prasetya • Rabu, 5 Juni 2024 | 21:43 WIB

 

Mantan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Mantan Gubernur Bali, Wayan Koster.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Mantan Gubernur Bali, Wayan Koster menyebut pembangunan bandara baru di Buleleng belum akan terwujud dalam waktu dekat.

Koster mengatakan, pembangunan bandara baru akan terwujud apabila akses infrastruktur menuju bandara telah diselesaikan.

Akses infrastruktur yang dimaksud ialah akses jalan tol atau jalur kereta api lintas Bali.

Baik jalan tol maupun kereta api lintas Bali, keduanya harus dibangun oleh pemerintah pusat karena terkait dengan kewenangan.

“Kalau jalan tol itu dibangun Kementerian PU, kalau kereta api nanti lewat Kementerian Perhubungan,” kata Koster saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa STAHN Mpu Kuturan di Gedung Gde Manik Singaraja, kemarin (4/6/2024).

Baca Juga: Wacana Bandara di Buleleng Mencuat Lagi. Koster Yakin Tidak Akan Terealisasi Dalam Waktu Dekat

Dari kedua opsi tersebut, Koster lebih condong dengan pembangunan jalur kereta api lintas Bali.

Apabila jalur kereta api itu terwujud, maka Buleleng akan terhubung dengan sejumlah daerah lain. Seperti Denpasar, Gianyar, Bangli, Klungkung, maupun Karangasem.

Menurutnya, pembangunan jalur kereta api lintas Bali lebih masuk akal bila dibandingkan dengan jalan tol.

Menurutnya jalan tol memerlukan lahan yang cukup banyak. Paling tidak lebar jalan tol mencapai 30 meter.

Sementara jalur kereta api lebih efisien. Diperkirakan lebarnya hanya 15 meter, bahkan bisa saja kurang.

“Kalau bisa upayakan lebih efisien dalam pembebasan lahan. Kalau tol, mungkin dua kali lipat lebar (jalur) kereta api. Apalagi akan ada lahan produktif yang terdampak,” katanya.

Sebelumnya mantan Gubernur Bali, Wayan Koster menyebut bandara baru di Kabupaten Buleleng belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Menurutnya pemerintah harus membangun akses infrastruktur terlebih dulu, sebelum akhirnya membangun bandara.

Untuk pengembangan infrastruktur, Koster memprediksi perlu waktu paling cepat selama 6 tahun.

Hitungannya adalah 1 tahun masa studi kelayakan, 2 tahun proses pembebasan lahan, dan 3 tahun proses konstruksi.

“Setelah (akses infrastruktur) itu terwujud, baru dibangun bandara. Kalau belum ada aksesnya, jangan harap,” kata Koster. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #koster #wayan koster #bandara #kereta api #buleleng