SINGARAJA-Kadek Doni Riana (KDR) kembali menggalang dukungan untuk maju sebagai calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng 2024. Kali ini ia mendatangi partai Gerindra Buleleng.
Kedatangannya ke Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Buleleng pada Kamis (6/6) siang, dalam rangka silaturahmi politik.
KDR menyampaikan keinginannya untuk dapat maju ke kontestasi politik.
Katanya, meski sudah berkomunikasi serta mendaftarkan dirinya ke Demokrat, Hanura, juga PKB, tetapi Gerindra kali ini bisa menjadi penentu perhelatan Pilkada Buleleng.
Mengingat Gerindra memenangi Pemilihan Presiden 2024-2029.
“Kapasitas saya sebagai bacabup (Bakal Calon Bupati). Gerindra menjadi perhatian besar dan saya lihat kuncinya ada di sini untuk Pilkada Buleleng,” ujarnya.
Ia menaruh harapan besar agar Gerindra dapat mengusulkan namanya ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus Kabupaten Buleleng dan Bali.
Sehingga bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam bertarung merebut posisi Buleleng 1.
KDR mengaku merasa selaras dengan Gerindra. Apalagi ia merupakan penasehat Laskar Prabowo 08 Kabupaten Buleleng juga menjadi ketua di salah satu organisasi relawan Prabowo-Gibran Bali.
Sehingga tentu, lanjut KDR, ia bisa mengawal program-program dari Prabowo-Gibran ke depannya.
Bahkan KDR menegaskan siap bergabung dengan Gerindra bila diperlukan, untuk membesarkan partai berlambang garuda itu.
“Proses mengusung calon bupati di KIM Plus ini sangat lebar. Apapun keputusannya saya hormati. Saya tidak melangkah instan, tetapi bertahap. Terus juga kami lakukan komunikasi politik,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra, Gede Harja Astawa mengapresiasi semangat KDR untuk mengabdi dan membangun Buleleng.
Meski tidak membuka pendaftaran, tetapi Gerindra menerima partai politik maupun tokoh masyarakat, yang sekiranya ingin maju ke Pilkada Buleleng.
Meski begitu, Harja menegaskan agar para tokoh masyarakat yang berniat maju, untuk serius dengan komitmennya.
Bukan memanfaatkan momen yang ada untuk cari panggung. Mengingat kesiapan mental, lahir dan batin, hingga logistik perlu disiapkan dengan matang.
“Kalau mau mengabdi, harus berkorban yang tulus untuk mencapai dan mengejar target. Ngayah mengabdi untuk masyarakat,” kata pria yang juga sebagai Ketua KIM Plus Buleleng.
Harja melanjutkan, nama KDR akan diikutkan dalam survei KIM Plus. Meski pada akhirnya semua keputusan akan dikembalikan lagi pada keputusan bersama koalisi.
Pihaknya pun akan tetap teguh pada aturan dan keputusan bersama tersebut.
Survei yang dilakukan oleh KIM Plus, kata Harja, dilakukan satu kali dalam sebulan. Namun ke depan, mendekati pendaftaran pasangan calon pada bulan Agustus, survei akan ditingkatkan menjadi dua kali dalam sebulan.
Harapan besarnya, baik dari pusat sampai daerah akan linier dan satu kesatuan, yakni sama-sama lahir dari KIM Plus. Tujuannya, mengamankan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“KIM Plus jadi alat mekanisme untuk melahirkan pemimpin terbaik Buleleng. Kalau namanya muncul di Gerindra, juga muncul tempat lain, KIM akan rembuk hingga dikerucutkan jadi satu paket,” tandasnya. ***
Editor : Donny Tabelak